Di batas senja aku
menantimu
dari sudut kereta berlabu di stasiun dermaga aku menyaksikan satu
persatu jutaan warna,ketika aku duduk mendekapi ratapanku. seolah kunang ingin
menghibur malam dalam panca indra
penglihatan.
ku seka mata ini,dalam bisikan kalimat allah berharap senjakan berhenti melandasi
hatiku.dengan berjuta kunang menghibur sukma dadaku.tanpa perlu aku menoleh
untuk meletakan satu cahaya kunangnya.
Larut menyusup sajadha di bentangan bumi. tangan menadah
,tetes berdenyut dalam cerita hati yang menjahit alur sampai akhir ke
ikhlasan.betapa pilu hatinya,ketika kecewa merenggut ubun-ubun dan hentakan
berdendang di telinga menyalurnya dalam ingatan dan mentransfer itu lewat
perasaan sehingga melahirkan kata”penyesalan”dengan kekuasaan allah aku
mewadahnya. dengan air yang ku siram dan menjadi semua taman-taman surgaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar