http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_opick_taubat./

Selasa, 04 November 2014

senja

Di batas senja aku menantimu
dari sudut kereta berlabu di stasiun dermaga aku menyaksikan satu persatu jutaan warna,ketika aku duduk mendekapi ratapanku. seolah kunang ingin menghibur malam  dalam panca indra penglihatan.

ku seka mata ini,dalam bisikan kalimat allah  berharap senjakan berhenti melandasi hatiku.dengan berjuta kunang menghibur sukma dadaku.tanpa perlu aku menoleh untuk meletakan satu cahaya kunangnya.
Larut menyusup sajadha di bentangan bumi. tangan menadah ,tetes berdenyut dalam cerita hati yang menjahit alur sampai akhir ke ikhlasan.betapa pilu hatinya,ketika kecewa merenggut ubun-ubun dan hentakan berdendang di telinga menyalurnya dalam ingatan dan mentransfer itu lewat perasaan sehingga melahirkan kata”penyesalan”dengan kekuasaan allah aku mewadahnya. dengan air yang ku siram dan menjadi semua taman-taman surgaku.

Pergilah seperti perbatasan hulu dan hilir agar aku tak melihatmu di sepanjang  jalan perahu yang ku kendarai,karena aku tak cukup mampu untuk membawa engkau di sepanjang  jalan  ini yang  akan menusuk kakimu yang lembut itu.bukan engkau tak menjalani layar perahunya,bukan pula rasa ego yang menguat diantara kita.namun ini adalah sebuah alasan  dari allah yang tidak menginginkan kita mengendarai bersama.karena allah mempunyai caranya sendiri untuk dapat  kita meraih cinta alah itu.dan ini yang terbaik untuk melayarkan sediri  perahu kita agar bisa menemui titik hulu dan hilirnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar