aku mencintaimu dalam qalbuku
tak berdesik walau air yang deras
datang membetengkan tiap dindingnya
aku mencintaimu dari tiap helaian daunku
yang berganti musim,hingga usiaku tlah mencukupi
waktu dzhurnya.
aku mencintaimu dalam sujud istikharaku
melewati tiap aliran denyut nadiku dan meresap dalah aliran darahku,yang menyalurkanya dalam lintasan sarafku.
aku mencintaimu meski tak cukup mampu
menerobos hujan di tiap jalanku
aku mencintaimu dengan tidak memilikimu
namun menitipmu dengan Yang maha penjaga
aku mencintaimu dengan mengikhlaskanmu
pergi sebagai musyafir yang tak perlu aku ketahui
aku mencintaimu sekali lagi dengan mengiklaskanmu
pergi dari hidupku,hatiku,dan semuanya.dan aku meridhoimu
meski memakan ranting pohonku,yang layu di makan waktu.
ms.c.pa
tak berdesik walau air yang deras
datang membetengkan tiap dindingnya
aku mencintaimu dari tiap helaian daunku
yang berganti musim,hingga usiaku tlah mencukupi
waktu dzhurnya.
aku mencintaimu dalam sujud istikharaku
melewati tiap aliran denyut nadiku dan meresap dalah aliran darahku,yang menyalurkanya dalam lintasan sarafku.
aku mencintaimu meski tak cukup mampu
menerobos hujan di tiap jalanku
aku mencintaimu dengan tidak memilikimu
namun menitipmu dengan Yang maha penjaga
aku mencintaimu dengan mengikhlaskanmu
pergi sebagai musyafir yang tak perlu aku ketahui
aku mencintaimu sekali lagi dengan mengiklaskanmu
pergi dari hidupku,hatiku,dan semuanya.dan aku meridhoimu
meski memakan ranting pohonku,yang layu di makan waktu.
ms.c.pa
