Sayang
aku relakan untukmu
Zainab adalah putri rosullah saw,sejarah menorehkan kisah
besar. dalam sejarah kehidupan cinta
abu-al-ash dan istrinya.keyakinan agama yang berbeda,yang membuat tembok adaptasi menjadi rentah.hingga
akhirnya zainab mengikhlaskan suaminya demi agamanya.namun takdir berkata lain
abu-al-ash sadar akan kekafiranya selama ini hingga ia masuk islam dan
terlahirlah kembali cinta zainab al-qubro dan abu al-ash.ingatlah ketika allah
menetapkan takdir manusia,baik itu lahirnya,maut,dan jodoh.
Cerita ini menginspirasikan dari kisah zainab.SAYANG AKU
RELAKAN UNTUKMU.
Sebut nama itu dengan nisa,
Ia baru selesai kuliahnya di
universitas jambi dan kembali kekampung halamanya Jogjakarta
“assalamualaikum,hallo bu,tiket karcis nisa berangkat malam,
ibu zahra sd ikut nisa tp tiketnya habis toh bu.?gimana..”nisa di telphon umum
“wa’alaikumussalam nis,mbok ya diurus toh ndok,tikiet
nya.bapakmu sudah buat tempe bacem buatmu.cepat pulang nak?”
“ya tidak bisa lagi bu,mau nisa urus orang sudah mepet.ya
bu.nisa tutup telphonya kasian orang sdh banyak ngantri”nisa menutup telphon
dan segerah ke bandara untuk pulang
***
Di jalur yang berbeda nisa melihat sesosok laki-laki dan ia
seperti mengenalnya setiba laki-laki itu masuk dari haluan yang beda,ingatlah
nisa akan kenanganya bersama maulan
setiawan .
“nisa,kalau besar kamu jadi apa?”Tanya maulan pada nisa sambil
menatap nisa saat itu
“kok kalau besar sihh.cita-cita mungkin?.hum”nisa juga
menatap maulan
“aku ingin menjadi sebatang pohon,tumbuh dan berkembang dan
pada tempat yang sama aku berdiri tegak.pokonya maulan jadi orang yang
sukses”nisa berdiri saat itu dengan melentangkan tanganya
“hum,apa gunanya pohon?jika begitu aku jadi
daunya?gimana?”senyum maulan melihat girangnya nisa
“celetakkkkk”nisa berlari selesai ia menipuk kepala maulana
Nisa mulai memasuki
pesawatnya di sepanjang jalan
nisa hanya terdiam,dan membuka fotonya bersama maulan di dompet.
Pesawat sudah meluncur,tiba nisa di kota tercintanya
,setelah turun dari pesawat ia segera pulang dengan mengendarai mobil pak deh
wahid,
“walahhh,ayu tenan nis,kamu sekarang?”ujar pakdeh,namun nisa
ttp bungkam
“niss”sahut pakdeh dengan sedikit kencang
“pakdeh,nisa mau Tanya maulana gimana pak?”langsung
menayakan maulana
“maulana belum pulanglah nis, mungkin bulan depan.kasihan
maulana nis?kau sudah dengar kabarnya.”ucap pak deh sambil focus mengendarai
mobil.
Kenapa pakdeh dengan maulana?”tegas nisa.
“bapak,ibu maulana sudah meninggal.adek maulana dititipi
sama bule.yang parahnya nis,maulana di kampusnya sambil kerja.pakdeh gak tegah liatny.pakdeh yakin
dia pasti punya ambisi”
Setelah pak deh berkata”pakdeh ykin dia pasti punya
ambisi”nisa meneteskan air matanya ia
teringat tentang maulana pada saat dia masih bersama maulana.
Sudah di depan lorong banyak orang ramai menyambutku,aku
turun dari mobil dengan tatapan yang
masih mengingat perkataan pakdeh
Namun ia tak melihat ditengah-tengah orang ramai ada maulana
yang membawa sebuah kotak
Tapi nisa tak melihatnya,ia hanya melamunkan itu.terlewatkan
maulana didepan
Semua orang disaat itu bersenang-senang tapi hanya nisa yang
terpaku diam,tak lama nisa langsung memasuki kamar dengan kencangnya dia
menangis.mengulang kisahnya dengan maulana
****
“nisa nanti kalau kau lanjut sekolah aku juga ingin lanjut
sekolah.aku ingin jadi orang yang layak
untukmu”semangat maulanah
“hum,,kau tidak punya pendirian.kenapa mesti turuti aku”
“sebetulnya aku ttp bisa menjadi orang,tapi jika kau sarjana
aku pasti tidak sebanding”
“aku tidak mengerti”menung nisa
“bisakah kita bersama?....”
“sepertinya tidak mau,”agamamu agamamu,agamaku agamaku”aku
tidak bisa menerimamu.maaf”nisa pergi dan meninggalkan maulana saat itu.
****
Aku tak mengerti mau,tapi
satu keyakinanku jika kau memang jodohku,jika allah menjadikanmu tulang
rusuku,jika kau halall untuku,jika islam adalah agamamu,maka
mungkinkah?wa’llahhualam.”lirih niisa mengadu
“niisa….nisa
keluarlah maulana sudah menunggummu dari kau pulang tadi”ibu nisa
memanggil
“ya bu,,,,,”nisa menghapus air matanya
^_^…………^_^
Daun berguguran hari begitu teduh saat ini,aku dan maulana
berada tepat di bawah pohon ini
“hum,dari tadi kau hanya diam dan menundukan kepalamu apakah kau tak bosan?”maulana sambil
mengejek
“aku tidak bisa menatapmu,aku takut,apalagi….”nisa terdiam
“akuu tau islam tdk membolehkan menatap wanita,yang bukan
mahrodznya.haha.”maulana menyodorkan kotak
“untuku?.....”iya
Nisa,dan maulana memiliki rasa yang tidak bisa ia datangkan
sendiri,tentu rasa itu tumbuh dengan sendiri apakah bisa kita cegah?
………………
KEPERGIAN MAUALANA
Ibu niisa sudah pagi berceloteh karena pekerjaan yang tidak
dikerjakan nisa,ayah nisa sampai kena sembur amarah ibu nisa begitulah ibu nisa
setiap paginya sllu ada keributan,jadi nisa telah terbiasa
“bu liat kaca mata nisa,yang nisa taruh diatas meja”teriak
nisa
“halah,sudah tau pelupa.humm tu di meja tv”
“bu,nisa tempat bule ya….”
“tidak usah nis,ikuut
pakdeh saja mau antar maulan ke bandara.”ibu sambil merapikan pakaian
“lah,maulana mau ke malaysia. Lagi?ngapain bu.”
“katanya mau nyelesaikan urusanya dulu disana sxan mau
bereskan barangnya.”
Nisa langsung masuk kamar membuka kotak itu kembalii,mengapa
kau sllu keras,tak bisakah kau mengerti bagaimana hidup ini,tak bisakah kau
hargai hidup ini,mengapa?”hati kecil nisa berkata
Ditatapnya sebuah kotak itu surat itu,tetapi nisa masihh
tidak bisa menerima maulana dan maulana tidak bisa menemukan keinginan
nisa.entah akan sampai kapan hidup maulana dan nisa.dan jalan hidup
****
Hari yang cerah pagi ini sudah hampir sebulan lamanya
maulana tak ada kabarnya dan begitupun nisa yang tak mengingat maulana karena
kesibukanya mengajar di sd 03
Dengan wajah yang tenang dan ceria di hati nisa karena dia
menaruh semua rasa itu pada sang maha mengetahui ,dia jalani dengan maksimal
hingga ia menerobos menjadi guru tauladan
“bu,hari ini kita jadikan ikut serta di pertandingan antar
desa”salah satu anak murid nisa bertannya
“tentu..sd desa kita harus menang,kita harus
buktikan”semangat nisa
“jam sepuluh kita mulai berangkat ,sekarang persiapkan stamina dan ilmu kalian”nisa
sambil mengabsen siswa yang ikut serta
Tibalah sekolah sd nisa datang ke sekolah unggul itu
untuk mengadu kecerdasan anak
didiknya,semua saat ramai,seperti pasar swalayaan yang digemuruhi para pembeli.
“siti kemana?.......”ucap nisa
“tadi pergi kekamar
kecil bu,,,’ucap murid-murid
Nisa menyusul siti dari pandangan jauh nisa melihat seorang
lelaki yang duduk dan menempelkan
badanya itu ke tembok .entah mengapa kakinya berhenti tuk melangkah matanya
menatap seorang pria itu seolah hatinya
berdesik seperti laki-laki itu orang yang dirindukanya.nisa mendekatkanya
“’apakah bapak baik”saja?”nisa memegang bahu pria itu
“astaghfirllah.nisa”maulana terkejut
“apa?ulangkan sekali lagi.”ucap nisa
“bu pertandingan mulai.ayo cepat bu.guru sd kita di
panggil.”siti berteriak dari jauh
“iya,iya nak.”permisi”nisa pergi begitu saja
Pertandingan antar sekolah mulai di laksanakan di tengah
ramainya orang disanalah nisa merasakan kerinduanya tlah berakhir karena disela-sela kegembiraanya dengan
muridnya dan DIA……
Kali ini maulana
kembali lagi tanpa ia sadari kuncup bunga telah mekar cinta yang ia nanti kembali….
Kesenangan nisa bukan karena maulana kembali tapi maulana
datang dengan iman dalam ikrarnya.
****
Cinta Ku tunggu kau di batas usia secercah fajar menerbitkan
keterangan
langit itu membuka.lalu ia bertanya kapan tiba?ber air mata berkata “lepas…..”
tubuh ini meninggalkan jasadnya membawa hati kembali.”kutipan diare nisa
langit itu membuka.lalu ia bertanya kapan tiba?ber air mata berkata “lepas…..”
tubuh ini meninggalkan jasadnya membawa hati kembali.”kutipan diare nisa
“nis,nisa.maulana sudah datang..”ujar ibu mengetuk kamar
nisa
“ya bu,suruh maulana tunggu.”nisa mengambil diarenya sambil keluar dari pintu kamarnya
……..
“ayok,.cepat .aku tak sabar melihatnya “sambil keluar dari
pintu
“ibu kami pergi,,,,”teriak nisa dan maulana
“ya,nanti kalau ketemu pak de mu bilang ada kayu.”ya
,nis.”..teriak ibu dari belakang
Diperjalanan dsisi
samping jalan di penuhi dengan perpohonan yang tinggi burungpun berkicau-kicau
hari ini begitu sejuk,sejenak mereka
duduk di pohon tempat yang saat
mereka SMA dulu.
“kau ingat nis,saat aku bertanya padamu?disini.
“tentu,kalau besar kamu mau jadi apa?....haha
“kau malah jawab pohon.sekarang aku Tanya lagi.nis nanti kau
inginkan apa?”
“aku ingin ttp
menjadi pohon.pohon yang sudah dewasa ini.benarkan?
“aku selalu gugur dalam daunku,entah sampai kapan aku bisa
bersamamu.nis,apakah aku bisa menjagamu?.”tatapan mau menatap nis
dengan seriusnya
“ini yang ketiga kalinya bukan?.....
“tapi sampai yang ketiga kalinya kau ttp menolaku.apakah
karena kepercayaanku.
“ ^_^”
“jawablah nis,,,,?”
“kau ingin aku bahagia?dengan indahnya wanita muslim.
“ya.^_^..”
“jika kau iinginkan aku bahagia.maka indahnya jika aku
melihat pemimpinku kelak baik
akhlaknya.”
Kau mengerti maksudku?”Tanya nisa kembali.
Hati maulana saat itu kecewa hingga ia memutuskan untuuk
tidak bberharap dengan anganya slama ini sekarang yang ada dalam hidupnya ia
jalani.ia bersyukur karena hidaya itu ia dapatkan dengan allah mempertemukanya
dengan nisa.sehingga gelap hiidupnya sekarang menjadi terang.maulana tersadar
akan imanya.dia tau mana yang benar dan salah.meski hari ini ia sangat kecewa
tapi hari inilah yang menyadarkan dia bagaimana hidaya datang padanya.dan saat
ini membuat ia bangkit tuk mengejar hidupnya yang dulu tak pasti,menjadi
passti.
“waalaikumussalam”telpon tertutup
“nisa,nisa….pakdehmu tadi ngater maulanna,dia pergi
lagi.kata pak deh,maulana kirim surat buatmu?suratnya ada di pakdehmu.”
“maulana pergi kemana lagi bu?
“pak dehmu dengar
dari bu le ,maulana pindah ke Jakarta
nis.ajak adeknya semua pakaian tidak ada yang sisa”
Aahh……”nisa tersentak
terkejut.
“yasudah bu,nisa tempat
pak deh.”assalamulakum”
Di perjalanan nisa berfikir panjang ,dengan apa yang
didengarnya sampai ia tiba dirumah pak
deh tuk mengambil suratnya tiba nisa
dirumah ia langsung mengurungkan dirinya di kamarnya
“nis,sekarang aku
sadar bahwa hidup itu butuh pilihan,dan
kita memilih mana yang terbaik.dan saat kita bertemu itu aku mengerti tentang sebuah
keikhlasan,kesabaran,keyakinan,seperti hidayah itu datang,dan aku harus
membahagiakan adikku yang slama kuliah inii aku telantarkan.aku punya hidupku
aku pemimpin dari adikku,dan aku tau banyak
hal didunia ini,dari aku mengejar sarjana,mencari keyakinan yang benar.tentu ,semua islam yang
menyadariku.bagaimana arti dari itu semua.dan sungguh Allah swt begitu dekat
pada hambanya yang selalu mengingatNya.nisa,aku mengikhlaskanmu.”
Saat membaca surat
maulana ,nisa tersenyum.tentang keberhasilan maulana.dan saat itu nisa
bertekat tuk menunggu maulana
kembali.jika Allah menjadikan maulana adalah jodohnya maka nisa sangatlah
bahagia.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
Desas desus dari keluarga nisa bergemuruh tentang perjodohan
nisa dengan furqon teman nisa saat
kuliah di universitas jambi.sampailah telingah itu ke nisa.
“nisa,sabtu nanti furqon
mau kerumah.kau pakai baju ini?”ibu menujukan sebuah gaun
“bu,furqon ingin ?.........”ya.nis,
“tapi bu,nisa ……”nisa memutuskan pembicaraanya dengan hal
yang masih tanda ?
“tapi?apa nis.apa karena maulana.kau sungguh masih
menyukainya,sadar toh nis,maulana itu gimana?
“bu,nisa bingung .nisa?”
“pernikahan bukanlah
permasalahan.dan di dunia ini sllu ada dua pilihan,baik atau
jahat.pintar atau bodoh,cantik atau jelek .dll nya dan tugas kita memilih mana
yang baik untuk kita.kau mengerrti nisa?”tutur ibu lembut
Setelah itu ibu pergi keluar dari kamar nisa,nisa
merenungkan apa yang diucap ibunya tadi tak ada daya yang mesti dia
lakukan.hingga dia membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.tak cukup
lama dia tidur.nisa bangun untuk mengerjakan shalat malam.nisa mengadu pada
RabbNya,dimana jalan keluarnya.menerima atau menolaknya.sementara hatinya masih
memilih maulana.
………………….
Pagi membentang harinya langkah kakiku melangkah menyusuri
telapak jalan yang mengantarkanku ke dermaga sekolah.dari kejauhan anak muridku
bersorak
“ye..yeye….ye…aku menang.aku menang”serentak mereka
berteriak
“bu,,,,,bu nisa.
Nisa melambaikan tanganya,dan mendekatkan dirinya pada
murid-muridnya itu,ketika nisa bertemu anak-anak itu nisa merasa beban
fikiranya sejenak hilang Karen tawa anak-anak itu yang polos.
“ayo,masuk kelas ,kita mulai belajar untuk ujian nanti.ok”
Ya bu,ayokkk cepat………..bodoh”kata anak itu yang mengatakan
pada temanya
KEKECEWAAN KELUARGA NISA
Rumah nisa tampak begitu ramai,semua adik-adiknya berkumpul
bergotng royong membereskan rumah
“Nis,kamu ingatkan hari ini?”Tanya ibu
“ya bu.”nisa kembali menyapu
“don,ambal bunga tolong kau ambikan di lemari ibu ya.terus res,bunga teratai itu tarok di sbelah kursi
ruang depan.”ibu sibuk mendekoorasi
rumah
Semua keluarga nisa sangat sibuk mmemberreskan rumahnya
karena keluarga besar furqon akan mendatangi rumah nisa
*^^^^^^*
“nis,furqon sudah datang”ibu mengetuk pintu kamar nisa
“ya bu.suruh dia tunggu “
Tiba lah nisa di ruang depan dengan kerudung merah muda dengan kecantikan yang indah
padanya,sampai furqon tak memalingkan matanya.
“duduklah nis”kata
ayah
“mungkin bpak sudah
tau kedatangan kami,anak saya furqon ini ingin jadikan nisa
pendampingnya”ucapan ayah furqon
Belum lah dijwab ayah nisa,ada yang mengetuk pintu rumah
nisa ,
“assalamualaikum”
“walaikumussalam bu’le ?”jawab nisa
“masuk ,tutur ayah,ibu nisa”
“sopo itu toh bu’le?sahut
ibu nisa”
“adeknya maulana.nis,bu’le kesini mau kasih tau sama
nisa.esok maulana,bu’le, pakdemu mau ngelamar kan maulana sama
nisa.”senangat bu’le
“apa?bu.gak bisalah furqon sudah lebih dahulu.”tegas ayah furqon
“hey.pak disini kita dengan tujuan yang sama,lah nnisa yang
berhak pilih mana yang dia terima”
“sudah-sudah jangan xan peributkan lagi masalah ini?nisa
…….”ibu nisa terpingsan karena peristiwa
ini
Semua keadaan saat itu ricu,saling tuduh menuduh hingga
semua bubar dari kediaman nisa,tak lama dari itu ibu nisa terrsadar bangun dan menyebut nama nisa.
RENUNGAN NISA
“nis,nis,kemari..”nisa mendekati ibunya yang terbaring
“nis,kau bahagia bersama siapa?”
“nisa tak tau bu,prsaan nisa ricu.nanti bu,saat aku sudah dapatkan jawabanya”keluuh nisa
“kau tau sendirikan maulana itu seperti apa.kau tau sendiri
furqon seperti apa.tapi satu pesan dari ibu pilih yang kuat pemimpinya.kau
mengerti.
“ya bu.sekrang ibu istirahat,ya”ujar nisa
Nisa pergi dari kamar ibunya lalu ia pergi jalan-jalan
keluar menuju arah rumah pak deh nya.
Di sepanjang jalan dia berfikir”ya allah”sepontan nisa
terrkejut saat melihat masjid karena nisa belum mengerjakan shalat asharnya,dia
pergi kemasjid itu untuk melaksanakanya.setiba mmengucapkan salam
“bu nisa”sahut anak itulah
“siti,sedang apa?”nisa sambil mencium anaak itu
“hum,siti kena marah emak bu.siti tadi tdk sengaja pecahkan
piring”
“lalu ke masjid ngapain?”nisa kebingungan
“siti kesini?.....yaaaaaaaa. buat shalat bu,siti berdoa sama
alloh biar ibu nggak marah lagi.inget gak bu kata ibu dulu.senjata yang paling
ampuh jika tertimpah musibah hanya doa.semua hal itu hanya dengan
doa..hehe”ucap siti yang polo situ
“^_^”nisa sambil mengelus-elus kepala anak itu,sehingga dia
tau apa solusi dari apa yang dia fikirkan
“bu.siti pulang ya.”ucap siti
“ya,hati-hati siti “
Nisa berdoa begitu khusyuknya di masjid itu entah doa apa yang sedang di pintanya
pada Allah swt.
SehinggA dia pulang dengan perasaan yang senang lagi
tenang,seperti tak ada sebuah batu yang menimpah pundaknya.tibalah nisa di
rumah
“assalamualaikum.maulana”
“wa’alaikumussalam.”sahut maulana
“kau sudah lama menunggu”kata nisa
“cukup lama,dari mana nis?”
“masjid,ada perlu apa mau?”
“ini untukmu……aku
pulang”maulana menujukan sebuah jilbab
“hum.trimakasih.
RAHASIA MAULANA
Tidak lama dari maulan pulang bu le datang dan bertanya
padaku seolah desahku seperti berat tuk menerimanya
“nis,bu le bukan mau maksa kamu tuk trima maulana.tapi
dengarkan cerita bu le:
Kau tau kan maulana sudah lama suka sama kamu.bahkan bu le
tdk pernah sangkah semenjak kalian pisah maulana berubah.dan bu le tdk bisa
percaya ketika dia massuk islam.bu le
tau banyak yang tak bisa kau terima dari maulan.tapi apakah kau tidak merasakan
hal yang sama seperti maulana rasakan padamu?nis,kasian maulan sudah lama
menderita.bu le.katakan padamu walau ini rahasia maulan.kau dengar mau,sudah
lama kita dengar maulan sakit kanker saat SMA dulu.ya penyakitnya
sudah sembuh.tapi saat ini?”bu le menangis
“kenapa bu le?teruskan.”
“bu le tdk bisa melihat betapa menderitanya dia.maulan sabtu
yang lalu ibu pualang dari rumahmu maulan,katakana pada bu le.
“tunggu bu le.maksud bu le maulan terkena kanker lagi?begitu
bu le
Bu le menangis dengan tersedu nya,sampai dadanya sesak
menahan rasa ketidak terimaan itu “maulan menidap kanker nis,”bu le terus
menangis
PERNIKAHAN NISA DAN MAULANA
Setelah lima bulan
menjalanani masa pengobatan maulan pulang karena keberhasilanya melawan kannkernya itu dia pun
bertekat untuk menikahi nisa.lamaran maulan saat itu pun di terima keluarga
nisa dengan baik.
Kala itu semua keluarga nisa dan maulana bekerja dengan sesame
untuk mengurus akad nikah nisa yang di adahkan
yang megah.semua keluarga nisa dan maulana sibuk mengurusi acara
itu.sementara ditengah-tengah kesibukan nisa dan maulana masih sempatnya untuk
bercanda.
……………
Acara itu pun berlangsung dengan singkatnya pengantinpun
telah di persilahkan untuk kekediamanya
Dengan wajah berbinar di kedua pandangan mereka.
“nis,sekarang aku bisa menjadi daunmu.aku bahagia sekali”
“tentu”senyum nisa
“nis,daunku mulai berguguran penuh.”
“pasti tumbuh lagi….”nisa sambil menyisir rambutnya
Nisa seolah tak mengerti dengan isyarat maulana saa
itu.dengan apa yang diuucapkanya seperti halnya saat dulu.
SATU BULAN KEMUDIAN
Nisa setelah menikah dengan maulan .ikut maulan dan adiknya
di Jakarta karena pekerjaan maulan yang ada disana yang tak bisa di tinggallkan
oleh maulan.dan nisa mengakhiri mengajar anak.saat itu nisa mulai melakukan
pekrjaan rumahnya,dan mengurus suaminya.
“yah.jangan lupa makanya.kok ayah tampak lesu”
“^_^ .ayo
makan”maulan mengakhiri perkataan
Setelah usai makan maulan pun bergegas untuk pergi
kekantor.setelah maulan pergi mengendarai mobilnya.perasaan nisa sangat gelisa
saat itu entah rasanya nisa merasa ada yang memukul jantungnya.
Tapi dengan tidak menujukan rasa itu nisa mengikhlaskan
suaminya itu pergi.
Terukir nama maulan dalam bungkusan kado nisa,ia memberi
sebuah kado yang ia buat dengan tanganya.di kado itu,nisa buat sebuah goresan
kertas kecil untuk suaminya itu.selepas dia menulis terdengar suara handphone.
“assalamualaikum.dengan ibu nisa.
“ya.ada apa?ya
“ini buu,bapak maulan pingsan dari kantor dia di bawa ke
rumah sakit bunda mawar 1.”telpon terputus
Nisa langsung
bergegas pergi untuk melihat suaminya itu,sesampai di ruangan maulan
terdengar suara dokter itu menayakan
keluarganya.
“saya isstrinya dok.
“bu.kemarilah”mengajak nisa keluar”bu.suami ibu mengidap
penyakit kanker stadium tiga bertahan waktunya hanya 99 hari kondisi fasien
sangat lemah.”ucap dokter itu
“tidak mungkin dok,suami saya sudah sembuh .ini bukan yang
pertama kanker datang pd tubuhnya tapi yang ketiga kalinya.”tetes air mata nisa
“ia bu.saya mengerti.tapi maulan tidak cek up kembali apa
masih ada kanker pada tubuhnya,dan ini sangat memperhatinkan.permisi.
Rasa berat hati menerima,langkahku membuka pintu amatlah
berat dari sorot mata kulihat maulan
yang terguling lemah dan menatapku,dari
kejauhan.
“nis,kemarilah.rasanya tubuhku lemas sekali”ucap maulan
“ayah ingin aku pijat”sambil
menangis
“umi.kenapa nangis.maafkan aku nis.karena ini.”maulan yang
menghapus air mata nisa
“ayah,tidak meninggalkanku kanberjanjilah?padaku”nisa
menatap maulan dengan berkaca-kaca
“ehm.tentu aku tidak meninggalkanmu,sudah tak perlu
cemas.ayah cumin kecapekan saat ini mangkanya pingsan.jangan nagis lagi
ya?”senyum maulan
“ehm.^)_^”
DUA BULAN KEMUDIAN
Hamper tiga puluh hari maulan di rumah sakit,rambutnya yang
tebal mulai membotak,wajah yang segar
mulai layu.tak hanya
itu berat tubuh maulan semakin turun.di barisan jendela nisa menatap tiap rumah.
“umi,ayah ingin pulang rasanya sudah lelah disini.bisahkah
ayah pulang.”
“yah,perasaanmu saat ini seperti apa?ehm.ayah merasa sakit.
“aku ingin pulang dirawat olehmu.ayah sudah lelah.
“yah,harus kuat.lawan penyakit itu.kau sudah berjanji untuk
tidak meninggalkannku.”nisa menangis
Tidak lama dari itu,nisa langsung membereskan pakaian maulan
dan bergegas untuk pulang.di tengah perjalanan,maulan yang berada di pundak
nisa mengeluh menahan sakit yang tertahan lagi.
“umi,rasanya sakit sekali,”maulan yang mengeluarkan darah
dari mulutnya
“sabarlah yah.sebentar lagi kita sampai di rumah”sambil
mengelap mulut maulan,
Sampailah di rumah nisa mulai merapikan tempat tidur mulan
udan menyiapkan makanan untuk maulan yang saat itu ingin makan,selesai dari
makan nisa duduk di sisi sampiing
maulan.
“umi,bisa ulangi kisah kita dulu?saat di pohon itu.ingatkan”
“baiklah,ayah saat itu katakana perasaanmu.yah,jujur umi
saat itu mencintai ayah tapi?umi tidak bisa.saat ayah pergi berapa tahun umi
kehilangan ayah.ayah tau?saat itu umi bahagia sekali kalau jodoh umi ayah,umi kira itu sebuah mimpi.yah”nisa tersentak diam
melihat maulan terpejam.
Lalu nisa mendekatkan tanganya tuk merasakan nafas
maulan,nisa kira maulan sudah tiada saat itu,ternyata maulan tertidur.
SEMBILAN PULUH
SEMBILAN HARI
Nisa dan maulan pulang ke tempat bu le nya karena keadaan
maulan yang sudah semakin hari semakin nmemburuk.
Sembilan puluh sembilan hari sudah terlewat”ucap nisa yang
menatap kalender
“nis.obat maulan di atas lemari bu le mau tempat ibumu.”bu
le sambil menutup pintu rumah
“yah,minum obat dulu.”njsa mengakat maulan
“umi,setelah ini temankan ayah jalan.maukan”
Nisa mengajak maulan berkeliling di sepanjang jalan dan
menuju kebun yang menjuru ke pohon itu.maulan dan nisa tepat berada di bawah
pohon itu.
“umi,jangan menangis lagi
ya?ayah ingin liat umi bahagia.
“ya.tapi ayah harus kuat ya.”senyum nisa
“ayah pasti usahakan untuk sembuh,tapi umi,kalau Allah
mengambilnya.umi ikhlaskan?”tatap maulan melihat nisa
“yah,kita pulang.sudah ashar.yok shalat dulu nanti kesini
lagi?”
Pulanglah nisa dan maulan untuk pergi shalat ashar mereka
shalat bersama namun tidak
berjamaah.mereka shalat masing-masing.maulan yang shalat di kasur semetara nisa
yang shalat di bawahnya.
“assalamulaikum wr.wb”mengakhiri shalat
Selepas shalat nisa mendekat yang ingin menyalami
maulan,tapi dilihatnya maulan masih dalam keadaan shalat,nisa menunggu maulan.hampir
25 menit maulan tetap dalam posisi shalatnya.lalu nisa mendekat.
“yah,yah.ayah bangun.bangun yah…….”nisa membangunkan maulan
“kenapa nis.?”ucap pak de
“maulan pak de,nisa bangunkan?tidak bangun.”nisa menangis
tak henti
Maulan telah pergi dengan senyum manisnya untuk nisa .bahagianya
hati maulan saat dalam akhir detiknya dalam keadaan shalat dgn berasama
istrinya nisa.tak ada yang jauh membahagian saat itu ketika peci itu terbetang
dalam pertama ku pakaikan untuk shalat itu dan diakhiri pula.bukankah itu suatu
kebahagian.
MELEPASKAN KEPERGIAN MAULAN
Pemakaman telah di penuhi dengan orang ,semua orang berlahan
melaju pulang berlalu dan pergi meninggalkan pemakaan,sementara nisa dan
adiknya maulan masih terpaku diam
“kak,sekarang tinggal aku.ayah,ibu,kakak ,telah pergi.”ucap
adik maulan
“dek,ada mbak sekarang.ikhlaskan kakakmu.kita pulang”nisa
dan adik maulan pulang bersama
Tidak jauh dari pemakaman maulan ,nisa menolehkan kepalanya
melihat pemakaman itu.dia meliihat maulan yang tersenyum dan melambaikan tanganya.seketika itu nisa
tersenyum dan kembali menatap kedepan,lalu kembali lagi nisa menoleh kebelakang
ternyata maulan tidak ada.dan nisa terhentak sadar bahwa itu hanyala
halusinansinya saja.tapi nisa tetap bahagia .
.
C'tatil" PUTRI AYU(M.F.M&M.L.S)
