http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_opick_taubat./

Sabtu, 05 Oktober 2013

Sayang Aku Relakan Untukmu



Sayang aku relakan untukmu
Zainab adalah putri rosullah saw,sejarah menorehkan kisah besar.  dalam sejarah kehidupan cinta abu-al-ash dan istrinya.keyakinan agama yang berbeda,yang membuat  tembok adaptasi menjadi rentah.hingga akhirnya zainab mengikhlaskan suaminya demi agamanya.namun takdir berkata lain abu-al-ash sadar akan kekafiranya selama ini hingga ia masuk islam dan terlahirlah kembali cinta zainab al-qubro dan abu al-ash.ingatlah ketika allah menetapkan takdir manusia,baik itu lahirnya,maut,dan jodoh.
Cerita ini menginspirasikan dari kisah zainab.SAYANG AKU RELAKAN UNTUKMU.
Sebut nama itu dengan nisa,
Ia baru selesai kuliahnya di  universitas jambi dan kembali kekampung halamanya Jogjakarta
“assalamualaikum,hallo bu,tiket karcis nisa berangkat malam, ibu zahra sd ikut nisa tp tiketnya habis toh bu.?gimana..”nisa di telphon umum
“wa’alaikumussalam nis,mbok ya diurus toh ndok,tikiet nya.bapakmu sudah buat tempe bacem buatmu.cepat pulang nak?”
“ya tidak bisa lagi bu,mau nisa urus orang sudah mepet.ya bu.nisa tutup telphonya kasian orang sdh banyak ngantri”nisa menutup telphon dan segerah ke bandara untuk pulang

***
Di jalur yang berbeda nisa melihat sesosok laki-laki dan ia seperti mengenalnya setiba laki-laki itu masuk dari haluan yang beda,ingatlah nisa akan kenanganya bersama  maulan setiawan .
“nisa,kalau besar kamu jadi apa?”Tanya maulan pada nisa sambil menatap nisa saat itu
“kok kalau besar sihh.cita-cita mungkin?.hum”nisa juga menatap maulan
“aku ingin menjadi sebatang pohon,tumbuh dan berkembang dan pada tempat yang sama aku berdiri tegak.pokonya maulan jadi orang yang sukses”nisa berdiri saat itu dengan melentangkan tanganya
“hum,apa gunanya pohon?jika begitu aku jadi daunya?gimana?”senyum maulan melihat girangnya nisa
“celetakkkkk”nisa berlari selesai ia menipuk kepala maulana

Nisa mulai memasuki  pesawatnya di sepanjang jalan  nisa hanya terdiam,dan membuka fotonya bersama maulan di dompet.
Pesawat sudah meluncur,tiba nisa di kota tercintanya ,setelah turun dari pesawat ia segera pulang dengan mengendarai mobil pak deh wahid,
“walahhh,ayu tenan nis,kamu sekarang?”ujar pakdeh,namun nisa ttp bungkam
“niss”sahut pakdeh dengan sedikit kencang
“pakdeh,nisa mau Tanya maulana gimana pak?”langsung menayakan maulana
“maulana belum pulanglah nis, mungkin bulan depan.kasihan maulana nis?kau sudah dengar kabarnya.”ucap pak deh sambil focus mengendarai mobil.
Kenapa pakdeh dengan maulana?”tegas nisa.
“bapak,ibu maulana sudah meninggal.adek maulana dititipi sama bule.yang parahnya nis,maulana di kampusnya sambil  kerja.pakdeh gak tegah liatny.pakdeh yakin dia pasti punya ambisi”
Setelah pak deh berkata”pakdeh ykin dia pasti punya ambisi”nisa  meneteskan air matanya ia teringat tentang maulana pada saat dia masih bersama maulana.
Sudah di depan lorong banyak orang ramai menyambutku,aku turun dari mobil  dengan tatapan yang masih mengingat perkataan pakdeh
Namun ia tak melihat ditengah-tengah orang ramai ada maulana yang membawa sebuah kotak
Tapi nisa tak melihatnya,ia hanya melamunkan itu.terlewatkan maulana didepan
Semua orang disaat itu bersenang-senang tapi hanya nisa yang terpaku diam,tak lama nisa langsung memasuki kamar dengan kencangnya dia menangis.mengulang kisahnya dengan maulana
****
“nisa nanti kalau kau lanjut sekolah aku juga ingin lanjut sekolah.aku ingin  jadi orang yang layak untukmu”semangat maulanah
“hum,,kau tidak punya pendirian.kenapa mesti turuti aku”
“sebetulnya aku ttp bisa menjadi orang,tapi jika kau sarjana aku pasti tidak sebanding”
“aku tidak mengerti”menung nisa
“bisakah kita bersama?....”
“sepertinya tidak mau,”agamamu agamamu,agamaku agamaku”aku tidak bisa menerimamu.maaf”nisa pergi dan meninggalkan maulana saat itu.
****
Aku tak mengerti mau,tapi  satu keyakinanku jika kau memang jodohku,jika allah menjadikanmu tulang rusuku,jika kau halall untuku,jika islam adalah agamamu,maka mungkinkah?wa’llahhualam.”lirih niisa mengadu
“niisa….nisa  keluarlah maulana sudah menunggummu dari kau pulang tadi”ibu nisa memanggil
“ya bu,,,,,”nisa menghapus air matanya
^_^…………^_^
Daun berguguran hari begitu teduh saat ini,aku dan maulana berada tepat di  bawah pohon ini
“hum,dari tadi kau hanya diam dan menundukan  kepalamu apakah kau tak bosan?”maulana sambil mengejek
“aku tidak bisa menatapmu,aku takut,apalagi….”nisa terdiam
“akuu tau islam tdk membolehkan menatap wanita,yang bukan mahrodznya.haha.”maulana menyodorkan kotak
“untuku?.....”iya
Nisa,dan maulana memiliki rasa yang tidak bisa ia datangkan sendiri,tentu rasa itu tumbuh dengan sendiri apakah bisa kita cegah?
………………

KEPERGIAN MAUALANA
Ibu niisa sudah pagi berceloteh karena pekerjaan yang tidak dikerjakan nisa,ayah nisa sampai kena sembur amarah ibu nisa begitulah ibu nisa setiap paginya sllu ada keributan,jadi nisa telah terbiasa
“bu liat kaca mata nisa,yang nisa taruh diatas meja”teriak nisa
“halah,sudah tau pelupa.humm tu di meja tv”
“bu,nisa tempat bule ya….”
“tidak usah nis,ikuut  pakdeh saja mau antar maulan ke bandara.”ibu sambil merapikan pakaian
“lah,maulana mau ke malaysia. Lagi?ngapain bu.”
“katanya mau nyelesaikan urusanya dulu disana sxan mau bereskan barangnya.”
Nisa langsung masuk kamar membuka kotak itu kembalii,mengapa kau sllu keras,tak bisakah kau mengerti bagaimana hidup ini,tak bisakah kau hargai hidup ini,mengapa?”hati kecil nisa berkata
Ditatapnya sebuah kotak itu surat itu,tetapi nisa masihh tidak bisa menerima maulana dan maulana tidak bisa menemukan keinginan nisa.entah akan sampai kapan hidup maulana dan nisa.dan jalan hidup
****
Hari yang cerah pagi ini sudah hampir sebulan lamanya maulana tak ada kabarnya dan begitupun nisa yang tak mengingat maulana karena kesibukanya mengajar di sd 03
Dengan wajah yang tenang dan ceria di hati nisa karena dia menaruh semua rasa itu pada sang maha mengetahui ,dia jalani dengan maksimal hingga ia menerobos menjadi guru tauladan
“bu,hari ini kita jadikan ikut serta di pertandingan antar desa”salah satu anak murid nisa bertannya
“tentu..sd desa kita harus menang,kita harus buktikan”semangat nisa
“jam sepuluh kita mulai berangkat ,sekarang  persiapkan stamina dan ilmu kalian”nisa sambil mengabsen siswa yang ikut serta
Tibalah sekolah sd nisa datang ke sekolah unggul itu untuk  mengadu kecerdasan anak didiknya,semua saat ramai,seperti pasar swalayaan yang digemuruhi para pembeli.
“siti kemana?.......”ucap nisa
“tadi  pergi kekamar kecil bu,,,’ucap murid-murid
Nisa menyusul siti dari pandangan jauh nisa melihat seorang lelaki  yang duduk dan menempelkan badanya itu ke tembok .entah mengapa kakinya berhenti tuk melangkah matanya menatap seorang pria itu seolah  hatinya berdesik seperti laki-laki itu orang yang dirindukanya.nisa mendekatkanya
“’apakah bapak baik”saja?”nisa memegang bahu pria itu
“astaghfirllah.nisa”maulana terkejut
“apa?ulangkan sekali lagi.”ucap nisa
“bu pertandingan mulai.ayo cepat bu.guru sd kita di panggil.”siti berteriak dari jauh
“iya,iya nak.”permisi”nisa pergi begitu saja
Pertandingan antar sekolah mulai di laksanakan di tengah ramainya orang disanalah nisa merasakan kerinduanya tlah berakhir  karena disela-sela kegembiraanya dengan muridnya dan DIA……
Kali ini  maulana kembali lagi tanpa ia sadari kuncup bunga telah mekar cinta yang ia nanti kembali….
Kesenangan nisa bukan karena maulana kembali tapi maulana datang dengan iman dalam ikrarnya.



****
Cinta Ku tunggu kau di batas usia secercah fajar menerbitkan keterangan
langit itu membuka.lalu ia bertanya kapan tiba?ber air mata berkata “lepas…..”
tubuh ini meninggalkan jasadnya membawa hati kembali.”kutipan diare  nisa

“nis,nisa.maulana sudah datang..”ujar ibu mengetuk kamar nisa
“ya bu,suruh maulana tunggu.”nisa mengambil  diarenya sambil keluar dari pintu kamarnya
……..
“ayok,.cepat .aku tak sabar melihatnya “sambil keluar dari pintu
“ibu kami pergi,,,,”teriak nisa dan maulana
“ya,nanti kalau ketemu pak de mu bilang ada kayu.”ya ,nis.”..teriak ibu dari belakang

Diperjalanan  dsisi samping jalan di penuhi dengan perpohonan yang tinggi burungpun berkicau-kicau hari ini begitu sejuk,sejenak mereka  duduk di pohon tempat yang  saat mereka  SMA dulu.
“kau ingat nis,saat aku bertanya padamu?disini.
“tentu,kalau besar kamu mau jadi apa?....haha
“kau malah jawab pohon.sekarang aku Tanya lagi.nis nanti kau inginkan apa?”
“aku  ingin ttp menjadi pohon.pohon yang sudah dewasa ini.benarkan?
“aku selalu gugur dalam daunku,entah sampai kapan aku bisa bersamamu.nis,apakah  aku  bisa menjagamu?.”tatapan mau menatap nis dengan seriusnya
“ini yang ketiga kalinya bukan?.....
“tapi sampai yang ketiga kalinya kau ttp menolaku.apakah karena kepercayaanku.
   ^_^”
“jawablah nis,,,,?”
“kau ingin aku bahagia?dengan indahnya wanita muslim.
“ya.^_^..”
“jika kau iinginkan aku bahagia.maka indahnya jika aku melihat pemimpinku kelak  baik akhlaknya.”
Kau mengerti maksudku?”Tanya nisa kembali.

Hati maulana saat itu kecewa hingga ia memutuskan untuuk tidak bberharap dengan anganya slama ini sekarang yang ada dalam hidupnya ia jalani.ia bersyukur karena hidaya itu ia dapatkan dengan allah mempertemukanya dengan nisa.sehingga gelap hiidupnya sekarang menjadi terang.maulana tersadar akan imanya.dia tau mana yang benar dan salah.meski hari ini ia sangat kecewa tapi hari inilah yang menyadarkan dia bagaimana hidaya datang padanya.dan saat ini membuat ia bangkit tuk mengejar hidupnya yang dulu tak pasti,menjadi passti.
“waalaikumussalam”telpon tertutup
“nisa,nisa….pakdehmu tadi ngater maulanna,dia pergi lagi.kata pak deh,maulana kirim surat buatmu?suratnya ada di pakdehmu.”
“maulana pergi kemana lagi bu?
 “pak dehmu dengar dari bu le ,maulana  pindah ke Jakarta nis.ajak adeknya semua pakaian tidak ada yang sisa”
Aahh……”nisa tersentak  terkejut.
“yasudah bu,nisa tempat  pak deh.”assalamulakum”
Di perjalanan nisa berfikir panjang ,dengan apa yang didengarnya  sampai ia tiba dirumah pak deh tuk mengambil suratnya  tiba nisa dirumah ia langsung mengurungkan dirinya di kamarnya
nis,sekarang aku sadar  bahwa hidup itu butuh pilihan,dan kita memilih mana yang terbaik.dan saat kita bertemu itu aku mengerti  tentang sebuah keikhlasan,kesabaran,keyakinan,seperti hidayah itu datang,dan aku harus membahagiakan adikku yang slama kuliah inii aku telantarkan.aku punya hidupku aku pemimpin dari adikku,dan aku tau banyak  hal didunia ini,dari aku mengejar sarjana,mencari  keyakinan yang benar.tentu ,semua islam yang menyadariku.bagaimana arti dari itu semua.dan sungguh Allah swt begitu dekat pada hambanya yang selalu mengingatNya.nisa,aku mengikhlaskanmu.
 Saat membaca surat maulana ,nisa tersenyum.tentang keberhasilan maulana.dan saat itu nisa bertekat  tuk menunggu maulana kembali.jika Allah menjadikan maulana adalah jodohnya maka nisa sangatlah bahagia.




TIGA TAHUN KEMUDIAN
Desas desus dari keluarga nisa bergemuruh tentang perjodohan nisa dengan  furqon teman nisa saat kuliah di universitas jambi.sampailah telingah itu ke nisa.
“nisa,sabtu nanti furqon  mau kerumah.kau pakai baju ini?”ibu menujukan sebuah gaun
“bu,furqon ingin ?.........”ya.nis,
“tapi bu,nisa ……”nisa memutuskan pembicaraanya dengan hal yang masih tanda ?
“tapi?apa nis.apa karena maulana.kau sungguh masih menyukainya,sadar toh nis,maulana itu gimana?
“bu,nisa bingung .nisa?”
“pernikahan bukanlah  permasalahan.dan di dunia ini sllu ada dua pilihan,baik atau jahat.pintar atau bodoh,cantik atau jelek .dll nya dan tugas kita memilih mana yang baik untuk kita.kau mengerrti nisa?”tutur ibu lembut
Setelah itu ibu pergi keluar dari kamar nisa,nisa merenungkan apa yang diucap ibunya tadi tak ada daya yang mesti dia lakukan.hingga dia membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.tak cukup lama dia tidur.nisa bangun untuk mengerjakan shalat malam.nisa mengadu pada RabbNya,dimana jalan keluarnya.menerima atau menolaknya.sementara hatinya masih memilih maulana.
………………….

Pagi membentang harinya langkah kakiku melangkah menyusuri telapak jalan yang mengantarkanku ke dermaga sekolah.dari kejauhan anak muridku bersorak
“ye..yeye….ye…aku menang.aku menang”serentak mereka berteriak
“bu,,,,,bu nisa.
Nisa melambaikan tanganya,dan mendekatkan dirinya pada murid-muridnya itu,ketika nisa bertemu anak-anak itu nisa merasa beban fikiranya sejenak hilang Karen tawa anak-anak itu yang polos.
“ayo,masuk kelas ,kita mulai belajar untuk  ujian nanti.ok”
Ya bu,ayokkk cepat………..bodoh”kata anak itu yang mengatakan pada temanya




KEKECEWAAN KELUARGA NISA
Rumah nisa tampak begitu ramai,semua adik-adiknya berkumpul bergotng royong membereskan rumah
“Nis,kamu ingatkan hari ini?”Tanya ibu
“ya bu.”nisa kembali menyapu
“don,ambal bunga tolong kau ambikan di lemari ibu ya.terus  res,bunga teratai itu tarok di sbelah kursi ruang depan.”ibu sibuk mendekoorasi  rumah

Semua keluarga nisa sangat sibuk mmemberreskan rumahnya karena keluarga besar  furqon  akan mendatangi  rumah nisa
*^^^^^^*
“nis,furqon sudah datang”ibu mengetuk pintu kamar nisa
“ya bu.suruh dia tunggu “
Tiba lah nisa di ruang depan dengan kerudung  merah muda dengan kecantikan yang indah padanya,sampai furqon tak memalingkan matanya.
“duduklah  nis”kata ayah
“mungkin  bpak sudah tau kedatangan kami,anak saya furqon ini ingin jadikan nisa pendampingnya”ucapan ayah furqon
Belum lah dijwab ayah nisa,ada yang mengetuk pintu rumah nisa ,
“assalamualaikum”
“walaikumussalam bu’le ?”jawab nisa
“masuk ,tutur ayah,ibu nisa”
“sopo itu toh bu’le?sahut  ibu nisa”
“adeknya maulana.nis,bu’le kesini mau kasih tau sama nisa.esok maulana,bu’le, pakdemu mau ngelamar kan maulana sama nisa.”senangat  bu’le
“apa?bu.gak bisalah  furqon sudah lebih dahulu.”tegas ayah furqon
“hey.pak disini kita dengan tujuan yang sama,lah nnisa yang berhak pilih mana yang dia terima”
“sudah-sudah jangan xan peributkan lagi masalah ini?nisa …….”ibu  nisa terpingsan karena peristiwa ini
Semua keadaan saat itu ricu,saling tuduh menuduh hingga semua bubar dari kediaman nisa,tak lama dari itu ibu nisa terrsadar  bangun dan menyebut nama nisa.

RENUNGAN NISA
 “nis,nis,kemari..”nisa mendekati ibunya yang terbaring
“nis,kau bahagia bersama siapa?”
“nisa tak tau bu,prsaan nisa ricu.nanti bu,saat  aku sudah dapatkan jawabanya”keluuh nisa
“kau tau sendirikan maulana itu seperti apa.kau tau sendiri furqon seperti apa.tapi satu pesan dari ibu pilih yang kuat pemimpinya.kau mengerti.
“ya bu.sekrang ibu istirahat,ya”ujar nisa
Nisa pergi dari kamar ibunya lalu ia pergi jalan-jalan keluar menuju arah rumah pak deh nya.
Di sepanjang jalan dia berfikir”ya allah”sepontan nisa terrkejut saat melihat masjid karena nisa belum mengerjakan shalat asharnya,dia pergi kemasjid itu untuk melaksanakanya.setiba mmengucapkan salam
“bu nisa”sahut anak itulah
“siti,sedang apa?”nisa sambil mencium anaak itu
“hum,siti kena marah emak bu.siti tadi tdk sengaja pecahkan piring”
“lalu ke masjid ngapain?”nisa kebingungan
“siti kesini?.....yaaaaaaaa. buat shalat bu,siti berdoa sama alloh biar ibu nggak marah lagi.inget gak bu kata ibu dulu.senjata yang paling ampuh jika tertimpah musibah hanya doa.semua hal itu hanya dengan doa..hehe”ucap siti yang polo situ
“^_^”nisa sambil mengelus-elus kepala anak itu,sehingga dia tau apa solusi dari apa yang dia fikirkan
“bu.siti pulang ya.”ucap siti
“ya,hati-hati siti “
Nisa berdoa begitu khusyuknya di masjid  itu entah doa apa yang sedang di pintanya pada Allah swt.
SehinggA dia pulang dengan perasaan yang senang lagi tenang,seperti tak ada sebuah batu yang menimpah pundaknya.tibalah nisa di rumah
“assalamualaikum.maulana”
“wa’alaikumussalam.”sahut maulana
“kau sudah lama menunggu”kata nisa
“cukup lama,dari mana nis?”
“masjid,ada perlu apa mau?”
“ini  untukmu……aku pulang”maulana menujukan sebuah jilbab
“hum.trimakasih.

RAHASIA MAULANA
Tidak lama dari maulan pulang bu le datang dan bertanya padaku seolah desahku seperti berat tuk menerimanya
“nis,bu le bukan mau maksa kamu tuk trima maulana.tapi dengarkan cerita bu le:
Kau tau kan maulana sudah lama suka sama kamu.bahkan bu le tdk pernah sangkah semenjak kalian pisah maulana berubah.dan bu le tdk bisa percaya ketika  dia massuk islam.bu le tau banyak yang tak bisa kau terima dari maulan.tapi apakah kau tidak merasakan hal yang sama seperti maulana rasakan padamu?nis,kasian maulan sudah lama menderita.bu le.katakan padamu walau ini rahasia maulan.kau dengar mau,sudah lama  kita dengar maulan  sakit kanker saat SMA dulu.ya penyakitnya sudah sembuh.tapi saat ini?”bu le menangis
“kenapa bu le?teruskan.”
“bu le tdk bisa melihat betapa menderitanya dia.maulan sabtu yang lalu ibu pualang dari rumahmu maulan,katakana pada bu le.
“tunggu bu le.maksud bu le maulan terkena kanker lagi?begitu bu le
Bu le menangis dengan tersedu nya,sampai dadanya sesak menahan rasa ketidak terimaan itu “maulan menidap kanker nis,”bu le terus menangis






PERNIKAHAN NISA DAN MAULANA

Setelah  lima bulan menjalanani masa pengobatan maulan pulang karena  keberhasilanya melawan kannkernya itu dia pun bertekat untuk menikahi nisa.lamaran maulan saat itu pun di terima keluarga nisa dengan baik.
Kala itu semua keluarga nisa dan maulana bekerja dengan sesame untuk mengurus akad nikah nisa yang di adahkan  yang megah.semua keluarga nisa dan maulana sibuk mengurusi acara itu.sementara ditengah-tengah kesibukan nisa dan maulana masih sempatnya untuk bercanda.
……………
Acara itu pun berlangsung dengan singkatnya pengantinpun telah di persilahkan untuk kekediamanya
Dengan wajah berbinar di kedua pandangan  mereka.
“nis,sekarang aku bisa menjadi daunmu.aku bahagia sekali”
“tentu”senyum nisa
“nis,daunku mulai berguguran penuh.”
“pasti tumbuh lagi….”nisa sambil menyisir rambutnya
Nisa seolah tak mengerti dengan isyarat maulana saa itu.dengan apa yang diuucapkanya seperti halnya saat dulu.

SATU BULAN KEMUDIAN
Nisa setelah menikah dengan maulan .ikut maulan dan adiknya di Jakarta karena pekerjaan maulan yang ada disana yang tak bisa di tinggallkan oleh maulan.dan nisa mengakhiri mengajar anak.saat itu nisa mulai melakukan pekrjaan rumahnya,dan mengurus suaminya.
“yah.jangan lupa makanya.kok ayah tampak lesu”
“^_^    .ayo makan”maulan mengakhiri perkataan
Setelah usai makan maulan pun bergegas untuk pergi kekantor.setelah maulan pergi mengendarai mobilnya.perasaan nisa sangat gelisa saat itu entah rasanya nisa merasa ada yang memukul jantungnya.
Tapi dengan tidak menujukan rasa itu nisa mengikhlaskan suaminya itu pergi.


Terukir nama maulan dalam bungkusan kado nisa,ia memberi sebuah kado yang ia buat dengan tanganya.di kado itu,nisa buat sebuah goresan kertas kecil untuk suaminya itu.selepas dia menulis  terdengar suara handphone.
“assalamualaikum.dengan ibu nisa.
“ya.ada apa?ya
“ini buu,bapak maulan pingsan dari kantor dia di bawa ke rumah sakit bunda mawar 1.”telpon terputus

Nisa  langsung bergegas pergi untuk melihat suaminya itu,sesampai di ruangan maulan terdengar  suara dokter itu menayakan keluarganya.
“saya isstrinya dok.
“bu.kemarilah”mengajak nisa keluar”bu.suami ibu mengidap penyakit kanker stadium tiga bertahan waktunya hanya 99 hari kondisi fasien sangat lemah.”ucap dokter itu
“tidak mungkin dok,suami saya sudah sembuh .ini bukan yang pertama kanker datang pd tubuhnya tapi yang ketiga kalinya.”tetes air mata nisa
“ia bu.saya mengerti.tapi maulan tidak cek up kembali apa masih ada kanker pada tubuhnya,dan ini sangat memperhatinkan.permisi.
Rasa berat hati menerima,langkahku membuka pintu amatlah berat  dari sorot mata kulihat maulan yang  terguling lemah dan menatapku,dari kejauhan.
“nis,kemarilah.rasanya tubuhku  lemas sekali”ucap maulan
“ayah ingin aku pijat”sambil  menangis
“umi.kenapa nangis.maafkan aku nis.karena ini.”maulan yang menghapus air mata nisa
“ayah,tidak meninggalkanku kanberjanjilah?padaku”nisa menatap maulan dengan berkaca-kaca
“ehm.tentu aku tidak meninggalkanmu,sudah tak perlu cemas.ayah cumin kecapekan saat ini mangkanya pingsan.jangan nagis lagi ya?”senyum maulan
“ehm.^)_^”




DUA  BULAN KEMUDIAN
Hamper tiga puluh hari maulan di rumah sakit,rambutnya yang tebal mulai membotak,wajah yang segar
 mulai layu.tak hanya itu berat tubuh maulan semakin turun.di barisan jendela nisa menatap  tiap rumah.
“umi,ayah ingin pulang rasanya sudah lelah disini.bisahkah ayah pulang.”
“yah,perasaanmu saat ini seperti apa?ehm.ayah merasa sakit.
“aku ingin pulang dirawat olehmu.ayah sudah lelah.
“yah,harus kuat.lawan penyakit itu.kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkannku.”nisa menangis
Tidak lama dari itu,nisa langsung membereskan pakaian maulan dan bergegas untuk pulang.di tengah perjalanan,maulan yang berada di pundak nisa mengeluh menahan sakit yang tertahan lagi.
“umi,rasanya sakit sekali,”maulan yang mengeluarkan darah dari mulutnya
“sabarlah yah.sebentar lagi kita sampai di rumah”sambil mengelap mulut maulan,
Sampailah di rumah nisa mulai merapikan tempat tidur mulan udan menyiapkan makanan untuk maulan yang saat itu ingin makan,selesai dari makan  nisa duduk di sisi sampiing maulan.
“umi,bisa ulangi kisah kita dulu?saat di pohon itu.ingatkan”
“baiklah,ayah saat itu katakana perasaanmu.yah,jujur umi saat itu mencintai ayah tapi?umi tidak bisa.saat ayah pergi berapa tahun umi kehilangan ayah.ayah tau?saat itu umi bahagia sekali kalau jodoh umi ayah,umi  kira itu sebuah mimpi.yah”nisa tersentak diam melihat maulan terpejam.
Lalu nisa mendekatkan tanganya tuk merasakan nafas maulan,nisa kira maulan sudah tiada saat itu,ternyata maulan tertidur.








SEMBILAN PULUH  SEMBILAN HARI
Nisa dan maulan pulang ke tempat bu le nya karena keadaan maulan yang sudah semakin hari semakin nmemburuk.
Sembilan puluh sembilan hari sudah terlewat”ucap nisa yang menatap kalender
“nis.obat maulan di atas lemari bu le mau tempat ibumu.”bu le sambil menutup pintu rumah
“yah,minum obat dulu.”njsa mengakat maulan
“umi,setelah ini temankan ayah jalan.maukan”
Nisa mengajak maulan berkeliling di sepanjang jalan dan menuju kebun yang menjuru ke pohon itu.maulan dan nisa tepat berada di bawah pohon itu.
“umi,jangan  menangis lagi ya?ayah  ingin liat umi bahagia.
“ya.tapi ayah harus kuat ya.”senyum nisa
“ayah pasti usahakan untuk sembuh,tapi umi,kalau Allah mengambilnya.umi ikhlaskan?”tatap maulan melihat nisa
“yah,kita pulang.sudah ashar.yok shalat dulu nanti kesini lagi?”
Pulanglah nisa dan maulan untuk pergi shalat ashar mereka shalat bersama  namun tidak berjamaah.mereka shalat masing-masing.maulan yang shalat di kasur semetara nisa yang shalat di bawahnya.
“assalamulaikum wr.wb”mengakhiri shalat
Selepas shalat nisa mendekat yang ingin menyalami maulan,tapi dilihatnya maulan masih dalam keadaan shalat,nisa menunggu maulan.hampir 25 menit maulan tetap dalam posisi shalatnya.lalu nisa mendekat.
“yah,yah.ayah bangun.bangun yah…….”nisa membangunkan maulan
“kenapa nis.?”ucap pak de
“maulan pak de,nisa bangunkan?tidak bangun.”nisa menangis tak henti
Maulan telah pergi dengan senyum manisnya untuk nisa .bahagianya hati maulan saat dalam akhir detiknya dalam keadaan shalat dgn berasama istrinya nisa.tak ada yang jauh membahagian saat itu ketika peci itu terbetang dalam pertama ku pakaikan untuk shalat itu dan diakhiri pula.bukankah itu suatu kebahagian.

MELEPASKAN KEPERGIAN MAULAN
Pemakaman telah di penuhi dengan orang ,semua orang berlahan melaju pulang berlalu dan pergi meninggalkan pemakaan,sementara nisa dan adiknya maulan masih terpaku diam
“kak,sekarang tinggal aku.ayah,ibu,kakak ,telah pergi.”ucap adik maulan
“dek,ada mbak sekarang.ikhlaskan kakakmu.kita pulang”nisa dan adik maulan pulang bersama

Tidak jauh dari pemakaman maulan ,nisa menolehkan kepalanya melihat pemakaman itu.dia meliihat maulan yang tersenyum  dan melambaikan tanganya.seketika itu nisa tersenyum dan kembali menatap kedepan,lalu kembali lagi nisa menoleh kebelakang ternyata maulan tidak ada.dan nisa terhentak sadar bahwa itu hanyala halusinansinya saja.tapi nisa tetap bahagia .
.

C'tatil" PUTRI AYU(M.F.M&M.L.S)