http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_opick_taubat./

Rabu, 12 November 2014

Apakah aku salah terlahir tidak seperti kalian yang sempurna?

apakah aku salah terlahir tidak seperti kalian yang sempurna?


Siapapun menginginkan sempurna?namun bagaimana jika kata sempurna bukanlah diriku.ini bukanlah keinginan diri.ini bukan juga salah dia dan dia namun jika kalian terus menyalahkan itu maka salahkanlah diriku?siapapun tidak akan bisa menerima diriku,yang cacat ini.dan jangan pernah kalian katakan ini salah didik orang tuaku,ataupun guruku?jangan pernah kalian hina itu karena jika kalian tau apa saja perjuangan mereka untuku,maka kalian akan berkedip mata untuk menetes di bumi ini.jika ini adalah sebuah alasan kalian maka dengarkanlah.
Ketika aku beranjak balita aku hendak memegang sendok makanku yang berisi sepiring nasi,karena aku belum mampu memegang, ibukulah yang menyuapkan makanan itu di mulutku karena nasi yang tidak bisa aku kunyah karena umurku yang kecil maka segeralah ibuku melumerkan dengan tangan untuk anaknya bisa menelan nasi itu.hal itu di lakukanya setiap hari tanpa ada kata ”aah...atau hah....”
Lalu dengan mudahnya kalian katakan “hah....bahkan ahhh”
Ketika aku mulai beranjak di sekolah dasar ayahku selalu menghantarku menggunakan motor andalanya(pespa) dengan bilang   ”ini anaku....”dengan bangga
Lalu apakah kalian mendekatiku ketika itu?kalian hanya menjauh adapun sebagian dari kalian mendekatiku bukan untuk mengajak main,tapi bertanya “kenapa bisa?.....”
sewaktu hari ayahku memberikan sebuah pensil dan buku untuk menulis lalu sepanjang waktu aku terus melakukan kesalahan  yang sama hingga kaki bergaris gitar.bahkan bukan hanya itu telapak tanganku  sudah habis masa tiada rupa.aku selalu menangis di sepanjang waktu untuk terus berusaha bisa seperti temanku yang lainya.
Lalu mengapa kalian masih bilang kedua orang tuaku tidak mendidiku?....tolong jangan salahkan ibu bapakku.kalian hanya bisa memfonis sesorang dengan kekuranganya
Semakin hari usiaku meranjak besar, guruku selalu berusaha mengubah sikapku yang buruk itu dengan tanganya yang sudah kekang.bahkan hampir satu buah buku menjadi korban guruku untuk menulis kalimat dengan tangan kananku,hingga kalian tau apa yang terjadi?.....hasilnyapun tetap sama.
Lalu adakah kalian merasa iba pada guruku yang pernah kalian hina itu karena didikanya yang tak sempurna padahal dia selalu berusaha untuk itu?......
Di kemudian hari karena orang tuaku sudah lelah dan sebaliknya guruku.dan akhirnya aku menimbulkan”niat”untuk dapat menulis tangan kanan akhirnya mimpi bapak,ibu dan guruku terwujud aku dapat menggunakan tangan kananku seperti temanku yang normal lainya.tapi apalah daya cacat itu selalu ada bekasnya. tentu aku tidak senormal pada lainya meski aku telah tertutupi tapi tetap saja kata cacat itu tetap ada?......
Lalu adakah kalian merasa bersalah ketika kalian melukai tangan kananku hingga aku menyisahkan cacat yang berbekas?.......
Jalan terlampau berliku hingga tiap kelokan selalu terengah-engah.aku takut jika ini yang menimpah kalian, apakah kalian akan sanggup menahan malu tiap orang memandang dan bilang
“kamu cacat...kamu cacat”.....”aku tidak ingin berteman denganmu”....”menjauh dari kami”
“tanganmu kasar sekali.....”
                                                      “ihhhh....menjijikan..”  
“kamu tidak di didik menulis tangan kanan?”
“orang tua,gurumu tidak mendidikmu”
Setiap tempat berlabuh dari stasiun sekolah dasar hingga sekolah menengah.aku telah biasa mendengar kata itu.aku hanya ingin berbicara satu pertanyaan saja dari sekian ratus pertanyaan kalian padaku.apakah aku salah terlahir tidak seperti kalian yang sempurna?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar