apakah
aku salah terlahir tidak seperti kalian yang sempurna?
Siapapun menginginkan sempurna?namun bagaimana jika
kata sempurna bukanlah diriku.ini bukanlah keinginan diri.ini bukan juga salah
dia dan dia namun jika kalian terus menyalahkan itu maka salahkanlah diriku?siapapun
tidak akan bisa menerima diriku,yang cacat ini.dan jangan pernah kalian katakan
ini salah didik orang tuaku,ataupun guruku?jangan pernah kalian hina itu karena
jika kalian tau apa saja perjuangan mereka untuku,maka kalian akan berkedip
mata untuk menetes di bumi ini.jika ini adalah sebuah alasan kalian maka dengarkanlah.
Ketika aku beranjak balita aku hendak memegang
sendok makanku yang berisi sepiring nasi,karena aku belum mampu memegang, ibukulah
yang menyuapkan makanan itu di mulutku karena nasi yang tidak bisa aku kunyah
karena umurku yang kecil maka segeralah ibuku melumerkan dengan tangan untuk
anaknya bisa menelan nasi itu.hal itu di lakukanya setiap hari tanpa ada kata ”aah...atau
hah....”
Lalu
dengan mudahnya kalian katakan “hah....bahkan ahhh”
Ketika aku mulai beranjak di sekolah dasar ayahku
selalu menghantarku menggunakan motor andalanya(pespa) dengan bilang ”ini anaku....”dengan bangga
Lalu
apakah kalian mendekatiku ketika itu?kalian hanya menjauh adapun sebagian dari
kalian mendekatiku bukan untuk mengajak main,tapi bertanya “kenapa bisa?.....”
sewaktu hari ayahku memberikan sebuah pensil dan
buku untuk menulis lalu sepanjang waktu aku terus melakukan kesalahan yang sama hingga kaki bergaris gitar.bahkan
bukan hanya itu telapak tanganku sudah
habis masa tiada rupa.aku selalu menangis di sepanjang waktu untuk terus
berusaha bisa seperti temanku yang lainya.
Lalu
mengapa kalian masih bilang kedua orang tuaku tidak mendidiku?....tolong jangan
salahkan ibu bapakku.kalian hanya bisa memfonis sesorang dengan kekuranganya
Semakin hari usiaku meranjak besar, guruku selalu
berusaha mengubah sikapku yang buruk itu dengan tanganya yang sudah kekang.bahkan
hampir satu buah buku menjadi korban guruku untuk menulis kalimat dengan tangan
kananku,hingga kalian tau apa yang terjadi?.....hasilnyapun tetap sama.
Lalu
adakah kalian merasa iba pada guruku yang pernah kalian hina itu karena
didikanya yang tak sempurna padahal dia selalu berusaha untuk itu?......
Di kemudian hari karena orang tuaku sudah lelah dan
sebaliknya guruku.dan akhirnya aku menimbulkan”niat”untuk dapat menulis tangan
kanan akhirnya mimpi bapak,ibu dan guruku terwujud aku dapat menggunakan tangan
kananku seperti temanku yang normal lainya.tapi apalah daya cacat itu selalu
ada bekasnya. tentu aku tidak senormal pada lainya meski aku telah tertutupi
tapi tetap saja kata cacat itu tetap ada?......
Lalu
adakah kalian merasa bersalah ketika kalian melukai tangan kananku hingga aku
menyisahkan cacat yang berbekas?.......
Jalan terlampau berliku hingga tiap kelokan selalu
terengah-engah.aku takut jika ini yang menimpah kalian, apakah kalian akan
sanggup menahan malu tiap orang memandang dan bilang
“kamu cacat...kamu cacat”.....”aku
tidak ingin berteman denganmu”....”menjauh dari kami”
“tanganmu kasar sekali.....”
“ihhhh....menjijikan..”
“kamu tidak di didik menulis tangan
kanan?”
“orang tua,gurumu tidak mendidikmu”
Setiap tempat berlabuh dari stasiun sekolah dasar
hingga sekolah menengah.aku telah biasa mendengar kata itu.aku hanya ingin
berbicara satu pertanyaan saja dari sekian ratus pertanyaan kalian padaku.apakah aku salah terlahir tidak seperti
kalian yang sempurna?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar