UMI,,,,,
Ikhlas itu seperti apa?
Pada suatu hari ada seorang wanita yang duduk di sebuah pohon
besar,yang tidak jauh dari perbatasan tembok belakang pagar sekolahnya.sore itu seorang guru datang
mendekati wanita itu yang ternyata adalah anak muridnya yang tidak lama baru
menempati pondok sebulan ini.
“wahai aisyah mengapa kau sendiri di sini?apakah tidak ikut
temanmu untuk menyiapkan makan, untuk malam ini.”gurunya duduk mendekatinya.
“aisy hanya merenung umi,entahlah mengapa gelisah datang
menghuni diri”tutur aisyah
“yang dalam gengaman mungkin bisa terlepas,dan sebaiknya
bukalah jemarimu untuk merelakanya.dan lihatlah wahai aisyah tumbuhan yang ada
didepanmu.ambilah dua tumbuhan itu.”umi menujukan jarinya kesebuah tanaman labu
“labu umi.lalu?”tatap aisyah bingung
“ambilah satu lagi tanaman itu untuk pasanganya.”umi
menatapku tersenyum
Untuk apa ini umi?”aisy yang begitu heran.
“dengarlah aisy kamu mempunyai tanman yang sama.dan ini,
milikmu.tanaman yang pertama jaga dia sampai tumbuh subur dan berbuah.tanaman
yang kedua kau lepaskan dia dan tak perlu kau jaga ataupun kau rawat ia.”
“tidak bisa begitu umi,mengapa tanaman kedua harus aku buang
bukankah kau meminta dua tanaman? mana mungkin hanya satu tanaman yang aku
rawat,sementara yang satu aku biarkan.”aisy yang berbicara dan umi yang
tersenyum dan pergi begitu saja meninggalkan aisy
Aisyah termenung sejenak saat itu .ia berfikir apa yang harus
ia lakukan dari kedua tanaman itu.setelah usai ia termenung,ia mulai melakukan
pekerjaan yang di perintah gurunya itu.yang dia mulai memasukan tanaman labu
itu di depan rumahnya dan tanaman kedua ia tanam juga di depan rumahnya ia
tidak ingin membuang tanaman yang di perintahkan pada gurunya.aisyah takut
tanaman yang kedua tidak akan tumbuh nantinya.
7Bulan 21Hari
“Aisyah,mana tanaman labunya?”umi yang menghampiri aisyah setelah bagdah
shalat isya
“ehm,ehm…kemarilah umi…..itu tanamannya”aisy yang cemas
“apakah kau berhasil menanamnya?”umi yang menatapku begitu jelinya
“apakah kau melakukan kesalahan?apakah tanaman yang kedua tidak kau biarkan ia tumbuh sendiri.”umi yang menayakan
pertanyaan yang memojokan aisyah
“maafkan aku umi,aku tidak bisa membiarkan tanaman kedua itu untuk aku
buang.”
“lakukan sekali lagi.”umi yang pergi dengan kesalnya pada aisyah.
Setelah kejadian itu aisyah merasa bersalah ia tidur begitu cepat malam
itu,ketika shubuh menanti ia sudah lebih dulu dari temanya untuk shalat.ia
pergi ke belakang sekolahanya yang tepat depan pohon besar untuk mengambil
tanaman labu.di perjalanan ingin ke rumahnhya.
“tanaman yang kedua harus aku buang ia kemana ya.”lirih hati aisyah
mengadu.
Ketika itu aisyah putar balik ke sekolahnya untuk membuang tanamanya di
sudut samping sekolahnya.lalu ia pergi
meninggalakan tanaman labu.dan bergegas untuk merawat tanaman itu.
7Bulan 21Hari
Tujuh bulan dua puluh satu hari telah terlewati oleh aisyah.ia melihat di
depanya umi.
“Umi……umiiiiiiii…”teriak aisyah
“Kenapa aisy?”umi melihat aisy yang tersenyum
Kau kelihatan bahagia aisy hari ini.”umi yang menatap aisy
“umi aisy berhasil menanam tanaman itu,ayo umi…ke rumahku”aisy menarik umi
Setiba di rumah aisy menujukan tanaman labunya yang tumbuh subur dan lebat
buahnya di depan rumahnya.
“apakah kau berhasil,lalu tanaman yang ke duanya dimana?”
“ya allah.aku lupa umi,melihatnya.aku tak teringat.aku hanya senang dengan
tanaman ini tadinya”aisy yang ketakutan karena kesalahanya lagi.
“lalu aisy ingat ,.aisy buang ke mana?
“ingat umi,di samping paling sudut di depan sekolah kita?”
“kita kesana?ayo….”umi dan aisyah pergi kesekolah untuk melihat nya
Sesampai di sana aisyah terhentak hatinya mata terkejut menyaksikan
tanaman labunya yang kedua itu.
“ya allah.umi.lihat itu?ia tumbuh subur,umi.tanaman kedua tumbuh
subur.lihatlah umi?lihatlah umi?”aisyah terus mengulang kata-kata itu pada
uminya.
“apakah engkau tidak mengira aisyah?”umi yang menatap aisyah dengan senang
“umi,,,,,”iya…aisy?”umi dan aisyah duduk berdekatan.dan saling memandang
hampir satu menit setelah itu aisyah mengucapkan pada uminya
“umi,apakah ikhlas itu seperti aku menanam tumbuhan itu?apakah umi
menyuruh aku lakukan itu untuk aku mengerti .”
Kau sudah mengerti jawabanya?aisyah.
Kau ingat ?umi menemuimu di sebuah pohon besar itu yang sedang patah hati
.umi tau kau sedang belajar mengikhlaskan seorang yang kau cintai.
“kenapa umi tau?”tatap aisyah
“kau ingat juga.saat umi bilang padamu”yang dalam gengaman mungkin
bisa terlepas,dan sebaiknya bukalah jemarimu untuk merelakanya”aisyah?ikhlas
itu sulit.tapi jika kita ridho mengikhlaskan sesuatu itu karena allah.insya
allah.akan ada buah manisnya yang kita petik nantinya.dan yakinlah allah gantikan ikhlasmu itu, lebih dari yang kau
sangkah yang tak kau kira nantinya.pasti.yakinlah.
“subhanallah….umi,aku tak menyangka sudah satu setengah tahun
dan aku tak mengira sejauh ini.aku bahagia”lirih aisyah menangis dan mengadu
pada uminya.
Setelah kejadian itu aisyah yang berada dekat dengan gurunya
. tiba untuk pergi meninggalkan aisyah. sementara aisyah di sekolah itu menjadi
guru sekolah dasar menggantikan uminya.
Bagaimana
saudaraku,apakah kalian bisa belajar untuk ikhlas seperti yang dialami aisyah?
Semoga cerita
hikmah ini bermanfaat untuk kalian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar