http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_opick_taubat./

Minggu, 15 September 2013

dalam surat-surat doa

DALAM SURAT-SURAT DOA




                                                                                                                                               C'ttatil:shiwie

Di perjalanan subuh    05:00
Ayah...ibu
Bias-bias cahaya mulai terbingkai saat engkau mengantarkanku pergi, namun derau keheningan masih tergores rapi, walaupun engkau hapus dengan untaian nasehat diri. Keheningan masih tergambar  jelas. Ayah sudah siap diatas motornya dan samar kupandang wajahmu saat roda-roda motor mulai berputar jauh tapi  tatapan mu yang penuh cinta dalam dua bola matamu yang penuh doa terlihat terang seterang bulan diangkasa semakin pekat malam semakin tampak terang membuatku ingin tetap terus berada disampingmu.
Sepanjang perjalanan ini bu, bulan terus kupandangi sejauh  jaraknya antara kau dan aku selalu kuseru dalam hatiku berharap kau bisa tau bahwa aku ada disini  bu. ayah melaju motornya cepat seingga pohon-pohon tinggi yang kulihat berganti gedung-gedung yang menjulang. Kerlip lampu kota, lalu lalang kendaraan mengantar pasar pagi . hah! Aku semakin dekat semakin jauh. Lantunan ayat-ayat suci terdengar jelas dari masjid yang termasyur di kota ini, suaranya menentramkan hati sekaligus mengecamuk rindu pada Ilahi tesadar ampera sudah di depan mata di ujung jembatan sana sudah menunggu mobil yang akn mengantarkanku, hatiku makin tertunduk memikirkanmu ibu juga keakbaran tuhan yang semakin kuat menggetar hatiku
“ jibril berkata kepada Muhammad hiduplalh sesukamu tapi engkau pasti mati, berbuatlah sekehendakmu tapi engkau pasati dibalas, dan cintailah siapapun yang kau mau tapi engkau pasti berpisah denganya”
Benar bu, kemarin kita bersama dan sekarang kita berpisah. ku ucap bismillah sebelum kunaikan kakiku kedalam mobil. Ayah masih menungguiku dibelakang bersama motor andalanya ia bunyikan klakson tanda ucapan selamat jalan, ku anggukan kepalaku seiring mobil yang mulai  melaju, ampera itu masih terpaku dalam pandanganku motor ayah perlahan menghilang diatas jembatan tua yang penuh sejarah. Kupaliingkan wajahku , bu perjalan ini cukup jauhh seiring doaku yang tak pernah berhenti menndoakanmu
Wahai kedua orang tuakuu sesungguhnya ini hanyalah perpisahan dalam tempo yang singkat akan datang suatu masa sebuah perpisahan yang begitu  panjang butir-butir air mata menggenang dipeluuk mata. terpejam sesaat kuatkan hati meskipun kegundahan mengguncang lantaran kata-katra sendiri.
Ayah  ibu kutingggalkan kalian tuk sementara sumgguhtak ada  rasa khawatirku pada kalian bukan karena aku tak sayang tapi lebih dari itu kalian berada dalam pengawasan yang baik Allah mencintai kalian bahkan cintaku tak mampu melebihi cintaNya dan aku lega karena kalian berada dalam penjagaanya karena dia sebaik-baik penjaga maka kau yakin kalin akan baik-baik saja
“tiap-tiap yang berjiwa pasti akn mati. dAn sesungguhmya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu, barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga  sungguh ia telah beruntung kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang  memperdaya ( QS. Al_Imron:185)
Ayah  ibu sebenarnya yang lebih mengkhawatirkanku adalah kehidupan akhirat sana dan tak ada yang menggembirakanku melainkan nama kalian menjadi daftar calon penghuni surga. Oleh karena itu harapku adalah kalian menjadi hamba yang dicintainnya lalu masuk kedalam rombongan-rombongan oramg-orang yang bertaqwa dan memperoleh janji Tuhan yaitu surga
Ayah ibu janganlah engkau berkecil hati lantaran dosa yang terlampau tinggi karena ampunan Allah melebihi bumi janganlah takut untuk melangkah karena Allah senantiasa bersama hambanya dan jangan ragu untuk memperoleh surga karena sesungguhnya surga itu dekat
Ayah ibu raihlah surgamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar