Ketika ia
berkata?
Ini adalah sebuah
kisah nyata dari keluarga si A,keluarga sederhana marlin dan maimunah.mereka
mereka dalam membinah keluarga sakinah ini dalam dua tahun belum ada sang
mutiara kecil ini bukan di karenakan maimunah yang mandul,bukan juga karena ada
penyakit pada tubuhnya melainkan kesibukan marlin yang melanjutkan kuliahnya
yang menginjak S2 diperguruan tinggi.
ya…tentu
maimunah tidak mendapatkan kasih saying yang cukup atas itu,namun kemuliaan
maimunahlah yang membuat keluarga kecil ini bertahan.
“dua tahun”
Pagi yang cerah mengawali kaki maimunah yang membeli jajanan
pasar unntuk hidangan pagi suaminya itu,setiba dirumah.
“bie,bie…..bajumu sudah di kasur makanan sudah tersedia
disana,mandi dan bergantilah”maimunah sambil membereskan isi tas marlin
“ya,umi.jangan lupa silabus kantor dimasukan”marlin sambil
mandi
“iya..”
Selepas itu marlin pergi untuk kekantor .karrena jam dua ia
harus pergi kuliah begitu seterusnya.hanya pada hari minggu mereka berkumpul.
……..
Tiba dikantor marlin
mengurusi tugas kerjanya tiba”dia
membukka selembar kertas kecil
”AYAH TERSENYUMLAH”
Marlin girang membacanya ,ia
terrsenyum sendiri dengan lepasnya tak ingat dia tentang silabusnya yang
terhilang karena tertinggal diangkot.
Jam sudah menujukan pukul
dua. Marlin bergegas tuk kuliah tak lupa ia mengabarkan istrinya itu untuk
makan siangnya.
“umi,makanan ayah.abie
tunggu di taman.ya?”sms marlin
Maimunah yang membaca segera
bergegas mengejarn
ya walau kesibukan sebagai guru mengaji ia tidak lupa akan
kewajibanya itu.
Ada sesekali ia lupa
mengirim makananya itu.
Kembali lagi.
Setiba ditaman marlin dan
maimunah bertemu ,dan marlin langsung membuka bekal makanannya itu,maimunah
hanya tersenyum melihat suaminya itu.dan maimunah sudah biasa melihat seorang
yang sering sekali memperhatikan mereka tapi maimunah tidak menghiraukan itu
bagi ia terpenting tuk suaminya.
Maimunah adalah wanita yang
penyabar dan setia pada suaminya,ia tak pernah membantah,ataupun mengeluh,ia
selalu menampakan rasa ibanya dankelembutan tutur katanya,bagaimana marlin
tidak jatuh hati padanya kecantikan ia terletak dalam hatinya.itulah cinta
marlin.tidak memandang tahta yang ada,status derajat peradaban mereka.bagi
mereka berdua hanyalah ALLAH SWT.yang membuat mereka bersatu.ini bukan kehendak
mereka sekali lagi ini bukan keinginan mereka,tapi Sang maha tinggilah yang
membuat jodoh itu.jika dibandingkan saat dulu kedua orang tua mereka tidak
meridhai pernikahanya karena hal ini dimakan oleh waktu mereka berdua berhasil
meluluhkan hati kedua orang tua mereka,yang tersakiti itu.
Inilah cinta yang sebenarnya
cinta yang mana bukan dari setiap gelora namun setiap sisi mereka mepertimbangkan dengan jalan yang benar.
“””……….”””
Tahun pertama,mereka
pancarkan sinar liilin yang terang menginjak tahun kedua inilah sebuah kisahnya
pada tahun kedua…….
“aku ingin pulang…”maimunah
yang mengaduh denga
n pipi yang basah
“ada apa umi,mengapa kau
ini?”marlin mengelus rambut ma
“terserah……aku ingin
pulang”kemarahan maimunah
Ternyata keinginan maimunah
ingin pulang itu karena kecemburanya kepada zalkies teman kerja marlin yang
terus meng-smskan marlin kenyataan ini terungkap saat marlin dan maimunah
berkumpul membahas itu,kesalahpahaman yang terjadi.setelah marlin menjelaskan
dan mengelari masalah ini marlin menujukan zalkies akan istrinya itu karena
ketidak percayaan zalkies akan hal itu.maimunah hanya wanita lemah,ia ingin
sekali marah terhadap zalkies dan marlin namun rasa kasih sayangnya yang
menahan kemarahan itu.
Setelah kelar masalah itu
tak henti-hentinya keluarga ini tertimpah musibah.terdengar ditelingah marlin
akan suaminya itu kuliahnya berantakan dan kantornya memarahinya.
Maimunah sangat terpukul
akan kabar itu ia tak sanggup melihat suaminya itu,ia terrus mennegarkan hati
suaminya itu bangkit kembali semangat yang baru.ketika marlin bangkit terrnyata
ia jatuh sakit karena ketidak mampuannya membatasi waktu hingga maimunah
mengajuhkan untuk ia berrhenti kuliah.keputusan ini diterima marlin tapi
kekecewaan marlin yang sudah menginjak satu tahun lagi ia tuntas dari
kuliahnya.menurut marlin ia sudah marlin pilih itu karena marlin sudah dapatkan
kerjaan tetap.marlin sudah bernafas dengan legah ia bias tenang dan tak pusing
lagi dengan kerja dan kuliah dia sudah pilih yang benar.
Kelar masalah ini kehidupan
mereka menjadi indah dan allah selalu memberikan mereka ketabahan dalam setiap
ujian melanda.
Tiga tahun kemudian
Maimmunah muridnya semakin
pintar mengaji dan marlin semakin ulet bekerja sehingga ia naik jabatan tiba
pada saat mereka shalat jama’ah mahgrib.marlin mengajuhkan dirinya untuk
melanjutkan kuliahnya lagi .namun keinginan ini di bantah maimunah ia takuutkan
marlin jatuhh sakit lagi.
Marlin harus menuruti
keinginan maimunah itu.tpi sesekali marlin selalu disinggung oleh temanya
tentang kerendahannya itu.terkadang dirumah ia suka membentak maimunah sampai
maimunah terrdiam.
“jangan sentuh
laptopku.disana banyak dokuument penting.”marlin dengan banting tasnya
“maaf abie,umi sudah melihat
laptop ini terbuka dan aku ingin menutupnya”maimunah dengan menundukan
kepalanya.
“hummmmm……”lekas marlin
membuka laptop itu
“oo….TIDAKKKKK,dokumennya
terhapus,kau langsung mematikannya.”KELUARLAH.”memerah mata marlin.
Maimunnah keluar dengan
perasaan yang sangat merobekan hatinya bagaimana tidak selama tiga tahun ini
marlin belum pernah mengatakan maimunah dengan sebutan”KAU”ditambah dengan
bentakan keras marlin.
Malam yang tenang seolah
angin enggan berhembus malam ini.tiba dating marlin duduk di samping maimunah.
“umi,marahkah umi padaku?
“Tanya apa ini.aku tidak
marah,yah.tenanglah.”maimunah mengakhiri pertengkaranya.
Pagi secrmelang
matahari,shubuh membentang sang isi bumi.marlin sudah siap dengan sarapan pagi
yang dibuatnya untuk
maimunah.
Betapa bahagianya maimunah
pagi itu terlihat lebar senyumnya lepass menata suaminya itu.ia memeluknya
dengan kerasnya dan digenggamnya sebuah kertas kecil dan ditaruhnya disaku baju
marlin
“bu,aku mau bereskan tuk
kekantor,umi makan saja.”ujar marlin
“ya.aku makan?”
“abie,,,,,jangan lupa yang
disakumu”marlin membalikan badan dengan wajah yang heran.
“kok saku sihhh
bu,”sambil menggarukan kepalanya.
“rahasia”sambil
tunjukan jari telunjuk.
Belum kelang satu hari marlin melakukan kesalahan lagi,entah apa
yang mengganggunya,hingga mengapa marlin berlaku kasar lagi.di persimpangan
jalan mereka berdua sedang memikul sebuah kebutuhan bulanan.saat itu maimunah
sedikit terlambat sehingga membuat marlin marah.
“kau tau berapa jam aku
menunggu disini?”sambil membanting bawaan mai.
“maafkanlah,yah.baru tadi
aku membaca pesanmu.”suara mai kecil lantaran malu dilihat orang banyak
“naik”ucap marlin sambil
mengegaskan motornya dengan kencang
Karena marlin tak terkendali
membawa motor dengan emosinya ia tak sengajah menabrak seorang bapak yang
rentah,tua itu.
Zzzzzzzzzzzzzzz
Hati maimunah hancur saat
itu,tapi ia tak menghiraukan dengan sigap ia membawa bapak itu ke klinik
teerdekat.habislah gaji bulan marlin karena kecelakaan itu.mai tidak
mempermasalahkanya hanya saja menurut
mai,pastikan tenang pada saat nanti.setiba di rumah mai mencoba menghibur
marlin,member nasihatnya dengan rasa ke ibu-anya.
Satu minggu telah lewat
kejadiaan itu.marlin dan mai segera pergi ketempat ibunya marlin tuk
berjumpa.mai merasa senang tak sendiri jika marlin kerja karena ada ibunya.dan
ternyata kenyataan pahit yang diterima mai pada saat mereka berbincang berdua
dan mai dibiarkan tuk keluar,mai tau apa yang ibu dan marlin bicarakan untuk
menceraikanku dengan menikah dengan gadis lain.mai mendengar itu hanya diam dan
ia berpura-pura tidak tau,ia,ia yakin marlin tidak akan menerima keputusan
itu.ia langsung menyiapkan sebuah the untuk ibunya itu.
“ibu.minumlah.”ujar mai
“ya.letakanlah saja
disitu.ibu ingin tidur”ibu langsung masuk kamarnya.
“dan tak lama dari itu
marlin keluar dari kamarnya.
“mai.mana teh untuku?”dengan
wajah kusut
“di atas meja yah.”mai
mencoba mendekat.
“ada apa?.....”mai sambil
memegang pundak marlin
“pergilah…”marlin memegang
keningnya sedang berfikir
Mai hanya diam saat itu
mukanya memerah ,tapi marlin tidak mempedulikanya,.padahal ia tau jika mai
ingin menangis.
Malam ini tersa sunyi
seperti hati yang berkelabu dengan cahaya yang mati.sebuah keluarga berkumpul
kala itu seperti sesuatu hal yang besar ingin dibicarakan.
“mai.kemarilah”ujar ibu
“aku coba duduk mendekat
berlahan meski hati menolak untuk melangkan,aku tatap satu persatu seperti
hendak kukenang.
“bu,,,aku ingin
itdur……..”ucap marlin
“marlin jangan lari lagi
kau?duduk dan ceritakanlah..”ibu dengan lantang.
“ada apa bu,kenapa dengan ketegangan
ini”mai dengan pasrah
“mai,kau harus
berpisah”tiba-tiba langsung terpotong
“hentikan bu,jangan
teruskan,apakah ibu sudah gila.ini berat.bagaimana mungkin sebuah mutiara ibu
pecahkan dengan mudah,dan padahal ia ingin hidup”marlin membanting perkataanya
“kau jangan mengelak
lagi?”ucap ibu
“mai,marlin dengar
ibu,kalian tidak bias tuk bersama,dalam sebuah rumah tangga ada
keharmonisan,anak sebagai anugrahnya.marlin bukankah ibu katakana padamu dari
dulu mai,bukan untukmu.”tegas ibu
Saat itu mai,hanya terpaku
matanya berbinar terhentak hatinya karena ketidak sempurnaanya sebagai
wanita.mai kala itu hanya mengurungkan dirinya beberapa hari dikamar setelah
peristiwa ini.
Ia hampir dua hari tidak keluar dari kamarnya,wanita yang bagaimana
yang tidak hancur hatinya,
Yang tidak sakit mendengar itu,jika ia akan di pisahkan dengan tulang
rusuknya sebagaimana tulang yang bengkok itu.jika harus memilih kala hari itu
mungkin ia tidak akan mau menerimanya,namunn berkat kekuatan Sang Maha Tinggi
ia mampu melewatkanya.
Hari ketiga ia memberanikan
dirinya untuk menghadapi ujian yang
menimpah dirinya ia yakin dengan seyakinya bahwa ALLAH SWT.akan mempermudahkan
langkahnya.pintu sudah membuka tirainya untuk melaju menyusuri ibu marlin yang
sedang duduk.
“ibu………..”mai mendekat
sembari duduk
“ibu,jika marlin ingin pisah
paddaku lantaran kekuranganku melayaninya,memberi
keturunan,dan aku kurang kasih sayangku padanya.maka aku relakan.aku
ikhlas.”mai berbicara dengan pasrahnya.
Setelah ia ucapkan itu ia
langsung berpamit pada ibu marlin membawa tas besar,untuk pergi dari rumah itu.
Ibu marlin hanya diam
sedikit hatinya terseentak melihat itu ia ingin sekali menangis tap apalah daya
baginya ini yang baik.
SATU BULAN KEMUDIAN
Marin menjatuhkan talaknya
yang pertama dan sampailah surat itu pada mai.ia menerimanya dengan hati yang
tenang dan memasrahkan dirinya pada Allah swt.terkadung ia tak kuat menahan
ledakan tangisnya,ia memanggil zalkies untuk membantunya.namun zalkies tak
dapat apa”tapi marlin tetap keras dan teguh entah apa yang menggerotinya marlin
saat itu.sehingga ia tak sedikitpun menghiraukan kata orang.
DUA BULAN KEMUDIAN
Talak kedua dating dan
diberikan langsung pada ibu marlinyang langsung pergi ke rumah mai untuk
memberikan surat itu.ibu marlin berrkata.
“mai,marlin pantas
mendapatkan wanita yang lebih baik.bersabarlah”ucap ibu daan ia pergi
meninggalkan mai yang masih dalam keadaan goyah dan lemah,dalam keadaan sakit
paru-paru basa yang melandanya dengan demam yang tinggi.dan ia harus menerima hal itu dan karena itu ia
harus dilarikan ke rumah sakit.
Talak ketiga sampai tapi tak
bisa untuk menceraikan mai lantaran ia
sakit. ternyata sampai talak ketiga ini marlin tidak mengetahui mai yang sakit
keras itu.
EMPAT BULAN KEMUDIAN
Mai yang baru saja keluar dari rumah sakit sudah mendapatkan
keputusan cerainya sehingga dengan tangan yang lemah tinta hitam itu tertara
berakhirlah sudah keluarga marlin sederhana ini.
Dua minggu kemudian kabar
duka itu terrengar dari keluarga marlin akan ketiadaan maimunah.
Ibu marlin sangat menyesal
dan menangis karena kesalahanya lantaran ini.berapa kali ibu marlin menghubungi
marlin.itu segera pulang dan mendengar kabar ini.
“bruzzzzzzzzzzzz”suara motor
yang berhenti didepan pagar rumah dari pintu ibu marlin menangis.
“ada apa bu,”ditunjukanlah
sebuah surat undangan “alm.maimunah.”
sudah tau siasat busuknya. namun apalah daya
penyesalan selalu datang di belakang.marlin sangat menyesak hatinya kala itu
bagaikan nyawanya telah hilang bagaimana tidak?seorang istrinya itu terenggut
nyawanya dan ia tidak mengetahuinya.bahkan ketika ia sakit ia tidak adda
disampingnya sampai ia menutup Saat itu marlin seperti orang yang gila,ternyata
banyak kebohongan yang ia terima dari zalkies.dia matanya yang terakhir ia
tidak melihatku rintihnya dalam hati.
TIGA TAHUN
KEMUDIAN
Marlin menikahi seorang
rekan kerja sekantornya yaitu khajar,meski ia menikahi wanita itu marlin masih
mengenang maimunah saimpai kapanpun bagi marlin maimunah wanita terbaik
untuknya yang dititipkan allah swt.wanita yang tegar yang mengisi
harinya,wanita pertama yang mengisi relung hatinya dan taakan megantikan
posisinya.
Dua hari aku bersama khajar
dan didalam tasku,kulihat masih ada selembar kertas kecil
”AYAH TERSENYUMLAH”hati kecil marlin berkata “masih ada katamu dihelaian
ini mai,,,,”dan kau yang tak ada”marlin mengucap dengan lirih.
C'tattil"PUTRI AYU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar