http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_opick_taubat./

Senin, 22 Juli 2013

ketika ia berkata



Ketika ia berkata?

Ini adalah sebuah kisah nyata dari keluarga si A,keluarga sederhana marlin dan maimunah.mereka mereka dalam membinah keluarga sakinah ini dalam dua tahun belum ada sang mutiara kecil ini bukan di karenakan maimunah yang mandul,bukan juga karena ada penyakit pada tubuhnya melainkan kesibukan marlin yang melanjutkan kuliahnya yang menginjak S2 diperguruan tinggi.

ya…tentu maimunah tidak mendapatkan kasih saying yang cukup atas itu,namun kemuliaan maimunahlah yang membuat keluarga kecil ini bertahan.

“dua tahun”
Pagi yang cerah mengawali kaki maimunah yang membeli jajanan pasar unntuk hidangan pagi suaminya itu,setiba dirumah.
“bie,bie…..bajumu sudah di kasur makanan sudah tersedia disana,mandi dan bergantilah”maimunah sambil membereskan isi tas marlin
“ya,umi.jangan lupa silabus kantor dimasukan”marlin sambil mandi
“iya..”

Selepas itu marlin pergi untuk kekantor .karrena jam dua ia harus pergi kuliah begitu seterusnya.hanya pada hari minggu mereka berkumpul.
……..
Tiba dikantor marlin mengurusi  tugas kerjanya tiba”dia membukka selembar kertas kecil
”AYAH TERSENYUMLAH”
Marlin girang membacanya ,ia terrsenyum sendiri dengan lepasnya tak ingat dia tentang silabusnya yang terhilang karena tertinggal diangkot.
Jam sudah menujukan pukul dua. Marlin bergegas tuk kuliah tak lupa ia mengabarkan istrinya itu untuk makan siangnya.
“umi,makanan ayah.abie tunggu di taman.ya?”sms marlin
Maimunah yang membaca segera bergegas mengejarn
ya walau kesibukan sebagai guru mengaji ia tidak lupa akan kewajibanya itu.
Ada sesekali ia lupa mengirim makananya itu.
Kembali lagi.

Setiba ditaman marlin dan maimunah bertemu ,dan marlin langsung membuka bekal makanannya itu,maimunah hanya tersenyum melihat suaminya itu.dan maimunah sudah biasa melihat seorang yang sering sekali memperhatikan mereka tapi maimunah tidak menghiraukan itu bagi ia terpenting tuk suaminya.
Maimunah adalah wanita yang penyabar dan setia pada suaminya,ia tak pernah membantah,ataupun mengeluh,ia selalu menampakan rasa ibanya dankelembutan tutur katanya,bagaimana marlin tidak jatuh hati padanya kecantikan ia terletak dalam hatinya.itulah cinta marlin.tidak memandang tahta yang ada,status derajat peradaban mereka.bagi mereka berdua hanyalah ALLAH SWT.yang membuat mereka bersatu.ini bukan kehendak mereka sekali lagi ini bukan keinginan mereka,tapi Sang maha tinggilah yang membuat jodoh itu.jika dibandingkan saat dulu kedua orang tua mereka tidak meridhai pernikahanya karena hal ini dimakan oleh waktu mereka berdua berhasil meluluhkan hati kedua orang tua mereka,yang tersakiti itu.

Inilah cinta yang sebenarnya cinta yang mana bukan dari setiap gelora namun setiap sisi mereka  mepertimbangkan dengan jalan yang benar.

“””……….”””
Tahun pertama,mereka pancarkan sinar liilin yang terang menginjak tahun kedua inilah sebuah kisahnya pada tahun kedua…….

“aku ingin pulang…”maimunah yang mengaduh denga n pipi yang basah
“ada apa umi,mengapa kau ini?”marlin mengelus rambut ma
“terserah……aku ingin pulang”kemarahan maimunah

Ternyata keinginan maimunah ingin pulang itu karena kecemburanya kepada zalkies teman kerja marlin yang terus meng-smskan marlin kenyataan ini terungkap saat marlin dan maimunah berkumpul membahas itu,kesalahpahaman yang terjadi.setelah marlin menjelaskan dan mengelari masalah ini marlin menujukan zalkies akan istrinya itu karena ketidak percayaan zalkies akan hal itu.maimunah hanya wanita lemah,ia ingin sekali marah terhadap zalkies dan marlin namun rasa kasih sayangnya yang menahan kemarahan itu.
Setelah kelar masalah itu tak henti-hentinya keluarga ini tertimpah musibah.terdengar ditelingah marlin akan suaminya itu kuliahnya berantakan dan kantornya memarahinya.
Maimunah sangat terpukul akan kabar itu ia tak sanggup melihat suaminya itu,ia terrus mennegarkan hati suaminya itu bangkit kembali semangat yang baru.ketika marlin bangkit terrnyata ia jatuh sakit karena ketidak mampuannya membatasi waktu hingga maimunah mengajuhkan untuk ia berrhenti kuliah.keputusan ini diterima marlin tapi kekecewaan marlin yang sudah menginjak satu tahun lagi ia tuntas dari kuliahnya.menurut marlin ia sudah marlin pilih itu karena marlin sudah dapatkan kerjaan tetap.marlin sudah bernafas dengan legah ia bias tenang dan tak pusing lagi dengan kerja dan kuliah dia sudah pilih yang benar.
Kelar masalah ini kehidupan mereka menjadi indah dan allah selalu memberikan mereka ketabahan dalam setiap ujian melanda.
Tiga tahun kemudian
Maimmunah muridnya semakin pintar mengaji dan marlin semakin ulet bekerja sehingga ia naik jabatan tiba pada saat mereka shalat jama’ah mahgrib.marlin mengajuhkan dirinya untuk melanjutkan kuliahnya lagi .namun keinginan ini di bantah maimunah ia takuutkan marlin jatuhh sakit lagi.
Marlin harus menuruti keinginan maimunah itu.tpi sesekali marlin selalu disinggung oleh temanya tentang kerendahannya itu.terkadang dirumah ia suka membentak maimunah sampai maimunah terrdiam.
“jangan sentuh laptopku.disana banyak dokuument penting.”marlin dengan banting tasnya
“maaf abie,umi sudah melihat laptop ini terbuka dan aku ingin menutupnya”maimunah dengan menundukan kepalanya.
“hummmmm……”lekas marlin membuka laptop itu
“oo….TIDAKKKKK,dokumennya terhapus,kau langsung mematikannya.”KELUARLAH.”memerah mata marlin.
Maimunnah keluar dengan perasaan yang sangat merobekan hatinya bagaimana tidak selama tiga tahun ini marlin belum pernah mengatakan maimunah dengan sebutan”KAU”ditambah dengan bentakan keras marlin.
Malam yang tenang seolah angin enggan berhembus malam ini.tiba dating marlin duduk di samping maimunah.
“umi,marahkah umi padaku?
“Tanya apa ini.aku tidak marah,yah.tenanglah.”maimunah mengakhiri pertengkaranya.
Pagi secrmelang matahari,shubuh membentang sang isi bumi.marlin sudah siap dengan sarapan pagi
yang dibuatnya untuk maimunah.
Betapa bahagianya maimunah pagi itu terlihat lebar senyumnya lepass menata suaminya itu.ia memeluknya dengan kerasnya dan digenggamnya sebuah kertas kecil dan ditaruhnya disaku baju marlin
“bu,aku mau bereskan tuk kekantor,umi makan saja.”ujar marlin
“ya.aku makan?”
“abie,,,,,jangan lupa yang disakumu”marlin membalikan badan dengan wajah yang heran.
“kok saku sihhh bu,”sambil  menggarukan kepalanya.
“rahasia”sambil tunjukan  jari  telunjuk.
Belum kelang satu hari  marlin melakukan kesalahan lagi,entah apa yang mengganggunya,hingga mengapa marlin berlaku kasar lagi.di persimpangan jalan mereka berdua sedang memikul sebuah kebutuhan bulanan.saat itu maimunah sedikit terlambat sehingga membuat marlin marah.
“kau tau berapa jam aku menunggu disini?”sambil membanting bawaan mai.
“maafkanlah,yah.baru tadi aku membaca pesanmu.”suara mai kecil lantaran malu dilihat orang banyak
“naik”ucap marlin sambil mengegaskan motornya dengan kencang
Karena marlin tak terkendali membawa motor dengan emosinya ia tak sengajah menabrak seorang bapak yang rentah,tua itu.
Zzzzzzzzzzzzzzz


Hati maimunah hancur saat itu,tapi ia tak menghiraukan dengan sigap ia membawa bapak itu ke klinik teerdekat.habislah gaji bulan marlin karena kecelakaan itu.mai tidak mempermasalahkanya hanya saja  menurut mai,pastikan tenang pada saat nanti.setiba di rumah mai mencoba menghibur marlin,member nasihatnya dengan rasa ke ibu-anya.
Satu minggu telah lewat kejadiaan itu.marlin dan mai segera pergi ketempat ibunya marlin tuk berjumpa.mai merasa senang tak sendiri jika marlin kerja karena ada ibunya.dan ternyata kenyataan pahit yang diterima mai pada saat mereka berbincang berdua dan mai dibiarkan tuk keluar,mai tau apa yang ibu dan marlin bicarakan untuk menceraikanku dengan menikah dengan gadis lain.mai mendengar itu hanya diam dan ia berpura-pura tidak tau,ia,ia yakin marlin tidak akan menerima keputusan itu.ia langsung menyiapkan sebuah the untuk ibunya itu.
“ibu.minumlah.”ujar mai
“ya.letakanlah saja disitu.ibu ingin tidur”ibu langsung masuk kamarnya.
“dan tak lama dari itu marlin keluar dari kamarnya.
“mai.mana teh untuku?”dengan wajah kusut
“di atas meja yah.”mai mencoba mendekat.
“ada apa?.....”mai sambil memegang pundak marlin
“pergilah…”marlin memegang keningnya sedang berfikir
Mai hanya diam saat itu mukanya memerah ,tapi marlin tidak mempedulikanya,.padahal ia tau jika mai ingin menangis.
Malam ini tersa sunyi seperti hati yang berkelabu dengan cahaya yang mati.sebuah keluarga berkumpul kala itu seperti sesuatu hal yang besar ingin dibicarakan.

“mai.kemarilah”ujar ibu
“aku coba duduk mendekat berlahan meski hati menolak untuk melangkan,aku tatap satu persatu seperti hendak kukenang.
“bu,,,aku ingin itdur……..”ucap marlin
“marlin jangan lari lagi kau?duduk dan ceritakanlah..”ibu dengan lantang.
“ada apa bu,kenapa dengan ketegangan ini”mai dengan pasrah
“mai,kau harus berpisah”tiba-tiba langsung terpotong
“hentikan bu,jangan teruskan,apakah ibu sudah gila.ini berat.bagaimana mungkin sebuah mutiara ibu pecahkan dengan mudah,dan padahal ia ingin hidup”marlin membanting perkataanya
“kau jangan mengelak lagi?”ucap ibu
“mai,marlin dengar ibu,kalian tidak bias tuk bersama,dalam sebuah rumah tangga ada keharmonisan,anak sebagai anugrahnya.marlin bukankah ibu katakana padamu dari dulu mai,bukan untukmu.”tegas ibu
Saat itu mai,hanya terpaku matanya berbinar terhentak hatinya karena ketidak sempurnaanya sebagai wanita.mai kala itu hanya mengurungkan dirinya beberapa hari dikamar setelah peristiwa ini.
Ia hampir dua hari tidak keluar dari kamarnya,wanita yang bagaimana yang tidak hancur hatinya,
Yang tidak sakit mendengar itu,jika ia akan di pisahkan dengan tulang rusuknya sebagaimana tulang yang bengkok itu.jika harus memilih kala hari itu mungkin ia tidak akan mau menerimanya,namunn berkat kekuatan Sang Maha Tinggi ia mampu melewatkanya.
Hari ketiga ia memberanikan dirinya untuk menghadapi  ujian yang menimpah dirinya ia yakin dengan seyakinya bahwa ALLAH SWT.akan mempermudahkan langkahnya.pintu sudah membuka tirainya untuk melaju menyusuri ibu marlin yang sedang duduk.
“ibu………..”mai mendekat sembari duduk
“ibu,jika marlin ingin pisah paddaku lantaran kekuranganku melayaninya,memberi keturunan,dan aku kurang kasih sayangku padanya.maka aku relakan.aku ikhlas.”mai berbicara dengan pasrahnya.
Setelah ia ucapkan itu ia langsung berpamit pada ibu marlin membawa tas besar,untuk pergi dari rumah itu.
Ibu marlin hanya diam sedikit hatinya terseentak melihat itu ia ingin sekali menangis tap apalah daya baginya ini yang baik.
 SATU BULAN KEMUDIAN
Marin menjatuhkan talaknya yang pertama dan sampailah surat itu pada mai.ia menerimanya dengan hati yang tenang dan memasrahkan dirinya pada Allah swt.terkadung ia tak kuat menahan ledakan tangisnya,ia memanggil zalkies untuk membantunya.namun zalkies tak dapat apa”tapi marlin tetap keras dan teguh entah apa yang menggerotinya marlin saat itu.sehingga ia tak sedikitpun menghiraukan kata orang.
DUA BULAN KEMUDIAN
Talak kedua dating dan diberikan langsung pada ibu marlinyang langsung pergi ke rumah mai untuk memberikan surat itu.ibu marlin berrkata.
“mai,marlin pantas mendapatkan wanita yang lebih baik.bersabarlah”ucap ibu daan ia pergi meninggalkan mai yang masih dalam keadaan goyah dan lemah,dalam keadaan sakit paru-paru basa yang melandanya dengan demam yang tinggi.dan  ia harus menerima hal itu dan karena itu ia harus dilarikan ke rumah sakit.
Talak ketiga sampai tapi tak bisa untuk menceraikan mai  lantaran ia sakit. ternyata sampai talak ketiga ini marlin tidak mengetahui mai yang sakit keras itu.
EMPAT BULAN KEMUDIAN

Mai yang baru saja keluar dari rumah sakit sudah mendapatkan keputusan cerainya sehingga dengan tangan yang lemah tinta hitam itu tertara berakhirlah sudah keluarga marlin sederhana ini.
Dua minggu kemudian kabar duka itu terrengar dari keluarga marlin akan ketiadaan maimunah.
Ibu marlin sangat menyesal dan menangis karena kesalahanya lantaran ini.berapa kali ibu marlin menghubungi marlin.itu segera pulang dan mendengar kabar ini.
“bruzzzzzzzzzzzz”suara motor yang berhenti didepan pagar rumah dari pintu ibu marlin menangis.
“ada apa bu,”ditunjukanlah sebuah surat undangan “alm.maimunah.”
sudah tau siasat busuknya. namun apalah daya penyesalan selalu datang di belakang.marlin sangat menyesak hatinya kala itu bagaikan nyawanya telah hilang bagaimana tidak?seorang istrinya itu terenggut nyawanya dan ia tidak mengetahuinya.bahkan ketika ia sakit ia tidak adda disampingnya sampai ia menutup Saat itu marlin seperti orang yang gila,ternyata banyak kebohongan yang ia terima dari zalkies.dia matanya yang terakhir ia tidak melihatku rintihnya dalam hati.

  TIGA TAHUN KEMUDIAN
Marlin menikahi seorang rekan kerja sekantornya yaitu khajar,meski ia menikahi wanita itu marlin masih mengenang maimunah saimpai kapanpun bagi marlin maimunah wanita terbaik untuknya yang dititipkan allah swt.wanita yang tegar yang mengisi harinya,wanita pertama yang mengisi relung hatinya dan taakan megantikan posisinya.
Dua hari aku bersama khajar dan didalam tasku,kulihat masih ada selembar kertas kecil
AYAH TERSENYUMLAH”hati kecil marlin berkata “masih ada katamu dihelaian ini mai,,,,”dan kau yang tak ada”marlin mengucap dengan lirih.

               






C'tattil"PUTRI AYU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar